Bojonegoro (beritajatim.com) – Sekitar 2.500 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro telah mengikuti program Profiling ASN (ProASN) pada 12 hingga 22 November 2025. Kegiatan tersebut bertujuan memetakan potensi dan kompetensi ASN secara komprehensif untuk mendukung kebijakan pengelolaan SDM yang lebih tepat sasaran.
Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Bojonegoro, Hari Kristianto, menyatakan program ini merupakan langkah strategis dalam mendukung Manajemen Talenta Nasional. “ProASN hadir untuk mempercepat penyediaan data potensi dan kompetensi ASN yang akurat dan terintegrasi. Data ini akan menjadi dasar pengambilan kebijakan pengelolaan ASN berbasis sistem merit (meritokrasi) yang lebih efektif,” jelas Hari Kristianto.
Program ProASN dirancang untuk menghasilkan peta kompetensi digital ASN yang mencakup empat aspek utama: potensi psikologis, kompetensi manajerial dan sosial-kultural, literasi digital, serta preferensi karier. Seluruh pengukuran dilakukan menggunakan Aplikasi ProASN yang telah terintegrasi dengan Sistem Informasi Aparatur Sipil Negara (SIASN) milik Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Bagi ASN, hasil dari ProASN ini sangat krusial. Data profil yang akurat akan memberikan gambaran jelas tentang kekuatan dan area pengembangan diri. Lebih dari itu, hasil tersebut akan menjadi dasar objektif untuk pengembangan karier, penempatan jabatan, dan penyusunan program pelatihan yang lebih sesuai dengan potensi masing-masing individu.
“Data yang akurat akan menghadirkan karier yang lebih terarah bagi ASN. Semakin optimal pengerjaan tes, semakin akurat pula gambaran profil kompetensinya,” tambah Hari Kristianto.
ProASN di Bojonegoro wajib diikuti oleh Pegawai ASN pada berbagai jenjang, mulai dari JPT Pratama, Administrator, Pengawas, Eselon V, hingga Jabatan Fungsional dan Pelaksana, dengan kriteria tertentu seperti belum pernah dinilai atau hasil penilaian sebelumnya sudah kedaluwarsa.
Pelaksanaan tes berlangsung selama sekitar 4 jam, terbagi dalam beberapa sesi, dan diselenggarakan tanpa dipungut biaya. Hasil akhir dari proses ini akan diproses dan diintegrasikan langsung ke dalam SIASN serta Sistem Manajemen Talenta Nasional ASN (SIMATA), memastikan setiap ASN memiliki ‘rekam jejak kompetensi’ digital yang dapat menjadi panduan bagi perkembangan karier ASN ke depan. [lus/but]






