Jember (beritajatim.com) – Perwakilan Asosiasi Provinsi PSSI Jawa Timur kaget melihat kondisi kongres tahunan Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Jember, di Dira Park, Rabu (10/12/2025).
Kongres itu sedianya membahas agenda kerja tahun 2026 dan mempertanggungjawabkan pelaksanaan kegiatan 2025. Tidak dihadiri ketua umum Askab PSSI Jember Abdullah Waid, kongres diwarnai adu gebrak meja sesama pengurus.
Suasana memanas setelah Nila Widya, Wakil Sekretaris Askab PSSI Jember yang juga pengurus klub Jember Putra maju ke meja pimpinan rapat untuk melakukan protes.
Nila tak hanya maju mendatangi Wakil Ketua Askab PSSI Jember Andik Slamet Santoso yang memimpin rapat. Dia menggebrak meja di hadapan Andik.
Andik balas menggebrak dan menuding balik Nila. Sejumlah pria berpakaian kaos biru bertuliskan Jember Baru Jember Maju dan menghalangi Nila yang terus melontarkan protes dengan penuh semangat.
“Kongres ini cacat prosedural. Sebelum kongres seharusnya dilakukan pra kongres untuk memusyawarahkan program kegiatan 2026,” kata Nila usai acara.
Mikko Agus Pribadi dari Komite Sepak Bola Asosiasi Provinsi PSSI Jawa Timur, menilai kejadian tersebut dinamika biasa dalam sebuah organisasi.
“Cuma yang saya kaget tadi kan seharusnya ada pimpinan sidang. Kalau kongres kan muaranya semua harus pada pimpinan sidang,” kata Mikko.
“Tapi ya gak apa-apa, sudah begitu. Wong gulung-gulung ae gak apa-apa,” kata Mikko.
“Seperti saya katakan tadi, kalau keputusan tertinggi memang statuta ada pedomannya. Kongres juga keputusan tertinggi. Kalau ada yang tidak setuju dua (peserta) ya wis risiko. Kalau gak setuju ya bikin surat,” kata Mikko. [wir]






