Lamongan (beritajatim.com) – Lamongan FC menghadapi awal yang sulit di kompetisi Liga 4 Jawa Timur 2025, setelah menelan kekalahan telak 5-0 dari Perseta Tulungagung dalam laga perdana mereka di Grup C. Pertandingan yang digelar di Stadion Tuban Sport Center (TSC) pada Minggu (7/12/2025) malam, menyisakan pekerjaan rumah besar bagi jajaran pelatih tim ini.
Keadaan semakin buruk bagi Lamongan FC, ketika lima gol yang bersarang di gawang mereka terjadi hanya dalam babak pertama. Kecepatan permainan yang ditunjukkan oleh Perseta Tulungagung memaksa Lamongan FC kehilangan kendali, dan hal ini mempengaruhi performa mereka secara keseluruhan.
Menurut Asisten Pelatih Lamongan FC, Ahmad Faisal, ada beberapa faktor yang menjadi penyebab utama kekalahan tersebut. Namun, mentalitas pemain menjadi hal yang paling dominan. Tekanan yang diberikan oleh Perseta Tulungagung di menit-menit awal pertandingan membuat para pemain Lamongan FC kesulitan untuk mengembangkan permainan.
Faisal juga menyoroti gol cepat yang tercipta hanya delapan menit setelah pertandingan dimulai, yang menjadi titik balik bagi mentalitas pemain Lamongan FC. Gol tersebut berawal dari kesalahan mendasar yang tidak hanya memengaruhi jalannya pertandingan, tetapi juga psikologis pemain yang masih relatif muda.
“Gol cepat yang berawal dari kesalahan mendasar, sehingga berdampak pada mental anak-anak yang secara usia masih sangat muda,” ungkap Faisal, saat dikonfirmasi pada Senin (8/12/2025).
Meskipun begitu, Faisal tetap optimis bahwa timnya masih punya peluang untuk bangkit. Dia menyadari bahwa banyak aspek yang perlu diperbaiki, terutama dalam membangun kembali kepercayaan diri pemain.
Hal ini menjadi fokus utama untuk laga-laga berikutnya, termasuk menghadapi Bumi Wali Tuban pada 11 Desember mendatang. “Selain mental, kita juga harus memperbaiki cara kerja secara menyeluruh,” tambahnya.
Kekalahan ini memberikan pelajaran berharga bagi Lamongan FC, dan jajaran pelatih kini fokus untuk memperbaiki kekurangan yang ada agar tim dapat tampil lebih baik di pertandingan berikutnya. [fak/suf]






