Pamekasan (beritajatim.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, membagikan wawasan dan pemahaman kebencanaan bagi peserta Latihan Gabungan (Latgab) Palang Merah Remaja (PMR) tingkat Madya dan Wira, di GOR SMP Negeri 1 Pamekasan, Jl R Abd Aziz 125 Pamekasan, Minggu (7/12/2025).
Dalam kegiatan yang digagas Korp Sukarelawan (KSR) Unit Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Pamekasan, diikuti sebanyak 25 tim PMR, meliputi sebanyak 9 tim madya yang berasal dari 8 lembaga pendidikan tingkat menengah di Pamekasan. Sementara sebanyak 16 tim lainnya katagori Wira yang berasal dari 13 lembaga pendidikan tingkat atas.
Dalam kesempatan tersebut, Fungsional Penata Penanggulangan Bencana BPBD, Faizal Farabi Achmad memberikan pemahaman dasar seputar jenis dan siklus bencana, baik bencana alam maupun non alam. Termasuk juga materi seputar manajemen bencana, seperti mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat hingga rehabilitasi atau pemulihan.
“Materi seputar kebencanaan ini sangat penting untuk diketahui masyarakat, terutama adik-adik muda yang tergabung dalam KSR maupun PMR di Pamekasan. Sehingga nantinya mereka mengetahui cara mengurangi resiko dan dampak kerugian melalui upaya preventif dan responsif terstruktur,” kata Faizal Farabi Achmad.
Selain itu, pihaknya juga memaparkan beberapa konsep dasar bencana. Mulai dari definisi, jenis bencana hingga siklus bencana. “Bencana itu merupakan gangguan serius yang melampaui kemampuan masyarakat untuk mengatasinya, serta menyebabkan kerugian jiwa, harta, dan lingkungan,” ungkapnya.
“Sementara untuk jenis bencana dapat dikatagorikan dalam bencana alam, seperti banjir, gempa, longsor, gempa dan sunami. Jenis bencana non alam seperti wabah penyakit, gagal teknologi, serta bencana sosial seperti konflik dan teror,” imbuhnya.
Karena itu penting untuk diketahui sebagai upaya pencegahan atau pengurangan resiko dari bencana. “Mitigasi ini dapat dilakukan dengan memperhatikan struktur bangunan, tata ruang, lingkungan dan edukasi berupa penyuluhan dan pemetaan bahaya,” jelasnya.
“Sehingga dibutuhkan kesiapsiagaan menghadapi bencana, seperti menyiapkan rencana darurat, sistem peringatan dini, serta menyediakan Tas Siaga Bencana (TSB). Tanggap darurat atau respon saat bencana harus menentukan skala prioritas dan bantuan, sedangkan pemilihan pasca bencana meliputi perbaikan infrastruktur dan pemulihan sosial-ekonomi,” pungkasnya. [pin/aje]






