Kediri (beritajatim.com) – Program penanaman tebu serentak yang digelar Pabrik Gula (PG) Ngadiredjo bersama Dinas Perkebunan Kabupaten Kediri resmi dimulai sebagai langkah mendukung swasembada gula nasional melalui sektor pertanian. Kegiatan tanam yang dilaksanakan pekan ini terpusat di Kabupaten Jombang dan menyebar di enam kabupaten lain sebagai bagian dari percepatan pemenuhan kebutuhan gula nasional.
General Manager PG Ngadiredjo, Wayan Mei Purwono, menjelaskan bahwa tanam perdana tahun ini menggunakan sistem bongkar ratoon yang telah menjadi program nasional. Ia menegaskan bahwa PG Ngadiredjo menerapkan program tersebut pada lahan seluas 12.500 hektare sebagai persiapan memasuki musim giling 2026. “Dan kami konsen disini untuk persiapan musim giling 2026 mendatang,” ungkap Wayan.
Upaya penguatan produksi ini dilakukan setelah PG Ngadiredjo menuntaskan musim giling 2025 pada Selasa, 18 November lalu, dengan hasil yang dinilai sangat baik. Pabrik tercatat berhasil menggiling 10,7 juta kuintal tebu, capaian yang menempatkan PG Ngadiredjo sebagai salah satu pabrik gula dengan produktivitas tinggi di wilayah Jawa Timur.
Atas pencapaian tersebut, Wayan Mei Purwono menerima penghargaan dalam ajang Jawa Pos Radar Kediri Award 2025 untuk kategori “An Outstanding Figure In Sustainable Economic Innovation.” Malam penganugerahan berlangsung di Grand Surya Hotel pada Sabtu (29/12/2025).
Penghargaan ini diharapkan menjadi dorongan bagi PG Ngadiredjo dalam merumuskan langkah strategis ke depan, termasuk memastikan keberhasilan program swasembada gula nasional. “Dan kami dari PG Ngadiredjo optimis untuk mewujudkannya,” pungkas Wayan. [nm/kun]






