Pamekasan (beritajatim.com) – Proses mediasi antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, bersama ahli waris pemilik lahan SD Negeri Tamberu 2 Batumarmar, tidak menghasilkan titik temu, dan akhirnya dipastikan untuk membangun gedung baru di wilayah setempat.
Terlebih akibat sengketa lahan tersebut, ratusan siswa terlantar dan mengakibatkan mereka harus belajar di tenda darurat sebagai kelas alternatif. Bahkan peristiwa tersebut juga sudah berlangsung sejak sebulan lebih.
“Untuk sementara para siswa belajar di tenda darurat, dan sebagian di antaranya belajar di rumah warga. Kondisi ini tentu menjadi pertimbangan utama bagi pemerintah untuk segera mengambil langkah cepat,” kata Bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman, Rabu (3/12/2025).
Beberapa langkah yang sudah dilakukan di antaranya mengusulkan pembangunan gedung baru. “Pembangunan gedung baru kita rencanakan berada di area strategis, dekat dengan kantor Kecamatan Batumarmar, sehingga kedepan proses belajar mengajar berjalan aman dan nyaman,” ungkapnya.
“Tentu kami tidak ingin anak-anak terus belajar dalam kondisi seperti ini, pemerintah daerah sudah mengusulkan pembangunan gedung baru, dan kami sangat berharap semoga segera mendapat persetujuan,” imbuhnya.
Usulan tersebut nantinya akan dibahas lebih lanjut bersama Kementerian Pendidikan Nasional dalam waktu dekat, sehingga proses revitalisasi menjadi prioritas pemerintah pusat seiring dengan pentingnya keberadaan gedung baru bagi ratusan siswa sekolah dasar.
“Insya’ Allah dalam waktu dekat akan dilakukan desk di Kemendiknas, dan kami berharap bisa masuk skala prioritas dan cepat terealisasi demi kenyamanan bagi para siswa. Tentunya kami optimis langkah ini dapat mempercepat realisasi pembangunan,” pungkasnya. [pin/ted]






