Surabaya (beritajatim.com) – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maritim Tanjung Perak Surabaya mengeluarkan peringatan banjir rob untuk wilayah pesisir Jawa Timur yang berlangsung selama delapan hari, mulai tanggal 2 hingga 9 Desember 2025, sebagai dampak dari fase bulan purnama (full moon).
Koordinator Prakirawan BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya, Ady Hermanto, menyatakan bahwa banjir rob diperkirakan naik pada malam hari, yakni antara pukul 21.00 WIB hingga 24.00 WIB.
“Potensi banjir rob sendiri terjadi saat malam hari antara pukul 21.00 WIB dan 24.00 WIB,” kata Ady, Selasa (2/12/2025).
Ady menghimbau masyarakat pesisir untuk waspada karena genangan air bisa memberikan dampak terhadap mobilitas dan aktivitas warga, yang ketinggian rob diprediksi mencapai 10-30 centimeter (cm).
“Genangan air dapat mengganggu transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir, aktivitas petani garam dan perikanan, serta kegiatan bongkar muat di pelabuhan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa ketinggian genangan banjir rob bisa bertambah signifikan dan berbahaya; apabila terjadi bersamaan dengan curah hujan berintensitas tinggi atau dalam waktu yang lama.
“Ketinggian genangan rob bisa bertambah jika dibarengi dengan kondisi hujan,” pungkas Ady.
Adapun banjir rob yang berlangsung mulai tanggal 2-9 Desember 2025 itu diprediksi terjadi di berbagai wilayah, meliputi; Surabaya (pelabuhan, barat, dan timur), Gresik, Lamongan, Tuban, Pasuruan, Sidoarjo, Probolinggo, Jember, dan Kenjeran.
Selain itu, wilayah yang juga terdampak adalah Pesisir Bangkalan Selatan, Kuanyar, Sukolilo, Sampang, Sepanjang, Selat Madura, Kreseh barat Sampang, dan Pamekasan. (rma/ted)






