Surabaya (beritajatim.com) — Kesehatan tulang masyarakat Surabaya berada dalam sorotan. Dalam rangka memperingati Hari Osteoporosis Nasional, sebuah data mengejutkan terungkap: lebih dari 60% warga Surabaya berisiko mengalami pengeroposan tulang atau osteoporosis. Data ini didapatkan dari lebih dari 50.000 pemeriksaan tulang yang dilakukan di kota ini.
Menanggapi tingginya risiko ini, Anlene™ dan Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (PEROSI) Cabang Surabaya menyelenggarakan acara akbar OsteoWalk 10.000 Langkah dan OsteoRun 5K di area Plaza Surabaya. Lebih dari 5.000 peserta di Surabaya, dan total lebih dari 22.000 peserta di tiga kota (Medan, Jakarta, dan Surabaya), mengambil langkah nyata untuk melawan penyakit yang sering disebut ‘silent disease’ ini.
Kegiatan ini tidak hanya mengajak warga untuk bergerak, tetapi juga memberikan pemeriksaan kesehatan tulang gratis serta sesi edukasi penting mengenai kesehatan tulang, sendi, dan otot. Fakta menarik yang diungkapkan dalam kampanye ini adalah mereka yang jarang berjalan kaki memiliki risiko osteoporosis 1,4 kali lebih tinggi, menegaskan pentingnya aktivitas fisik sederhana seperti berjalan kaki setiap hari.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Dr. Emil Elestianto Dardak, yang turut hadir, mengapresiasi inisiatif tersebut. “Hasil Anlene Bone Scan 2024–2025 mencatat bahwa lebih dari 60% warga Surabaya berisiko mengalami pengeroposan tulang, sehingga upaya pencegahan harus terus ditingkatkan.
“Kami mengajak seluruh warga Surabaya untuk mulai mencegah osteoporosis sedini mungkin dengan rutin beraktivitas fisik serta memenuhi kebutuhan nutrisi,” ujar Dr. Emil Dardak.
Ketua PEROSI Cabang Surabaya, Dr. dr. Jongky Hendro Prajitno, Sp.PD, KEMD, FINASIM, menekankan pentingnya deteksi dini. Ia menjelaskan bahwa osteoporosis, yang membuat tulang rapuh dan keropos, hampir tidak memiliki gejala di tahap awal.
“Deteksi dini dan edukasi berkelanjutan sangat penting agar masyarakat memahami risikonya dan dapat mengambil langkah pencegahan sejak lebih awal. Kami mendorong masyarakat Surabaya untuk mulai lebih memperhatikan kesehatan tulangnya melalui langkah-langkah sederhana namun efektif,” tambah Dr. Jongky.
Langkah-langkah tersebut mencakup rutin bergerak, memenuhi kebutuhan nutrisi (kalsium, Vitamin D, protein, dan kolagen), dan pemeriksaan tulang berkala.
Yauwanan Wigneswaran, President Director Fonterra Brands Indonesia (produsen Anlene™), menegaskan komitmen mereka selama lebih dari 20 tahun dalam mengampanyekan pencegahan osteoporosis.
“Mereka yang minum Anlene™ memiliki risiko osteoporosis 2 (dua) kali lebih rendah dibanding yang tidak minum Anlene™,” katanya, seraya mengajak masyarakat untuk mulai melakukan pencegahan sejak usia muda.
Figur publik, Arumi Bachsin, yang hadir bersama suaminya, menyambut baik antusiasme warga Surabaya dan berharap kegiatan ini terus menginspirasi lebih banyak keluarga untuk bergerak bersama dan menjadi #AktifTanpaBatas.[rea]







