Surabaya (beritajatim.com) – Gervane Kastaneer menapaki babak paling penting dalam kariernya. Penyerang Persis Solo itu resmi menjadi salah satu pemain kompetisi Super League yang akan tampil di Piala Dunia 2026 setelah Curacao memastikan tiket ke putaran final.
Kelolosan itu ditentukan lewat hasil imbang melawan Jamaika di Kingston, laga yang mengantar Blue Wave menulis sejarah baru.
Di balik perjalanan bersejarah tersebut, nama Kastaneer tercatat sebagai salah satu pemain yang memberi kontribusi penting. Ia menutup kualifikasi dengan lima gol dari delapan laga, termasuk hat-trick ke gawang Saint Lucia yang menjadi sorotan.
Performa itu membuat peluangnya masuk skuad final Curacao terbuka lebar meski ia tidak tampil pada partai penentuan melawan Jamaika.
“Sangat bangga ya, kita menyelesaikan tugas dengan baik. Saya rasa, dengan negara kecil ini merupakan hasil yang sangat bagus. Tidak ada orang yang percaya dengan kita, tetapi kita berhasil melakukannya. ini adalah hal terbaik yang pernah saya lakukan,” kata Kastaneer dalam laman resmi Persis.
Kastaneer sudah dikenal publik sepak bola Indonesia sejak memperkuat Persib Bandung sebelum pindah ke Persis. Meski belum tampil eksplosif di liga domestik, perannya bersama tim nasional justru lebih menonjol.
Di Piala Emas Concacaf sebelumnya, ia juga menunjukkan performa stabil yang membuat namanya terus dipertahankan dalam skuad Curacao.
Kehadiran Kastaneer di Piala Dunia 2026 menandai pencapaian baru bagi kompetisi Super League Indonesia. Sepanjang sejarah liga, belum ada pemain yang berstatus aktif di klub Indonesia tampil di ajang empat tahunan tersebut.
Kini, nama Kastaneer menjadi salah satu wakil kompetisi Indonesia di panggung sepak bola terbesar dunia, bersamaan dengan bek Persib Bandung, Fran Putros, yang lolos bersama Irak.
Usai memastikan kelolosan, Kastaneer menyebut pencapaian ini sebagai momen terbaik dalam hidupnya. Ia menegaskan bahwa keberhasilan Curacao adalah bukti keyakinan kolektif, meski negara mereka kerap diremehkan.
“Tentu saja, semua orang ingin membela negaranya berjuang di Piala Dunia ini. Kita punya mimpi sebagai negara kecil, kita percaya prosesnya meskipun orang lain tidak. Dan semua orang bilang kita tidak akan bisa. Kita negara kecil tapi dengan impian besar, tuhan selalu menunjukan jalannya,” jelasnya.
Ia juga berharap euforia ini bisa mengangkat performanya di Persis, yang tengah berupaya naik peringkat di papan klasemen. [faw/aje]






