Surabaya (beritajatim.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya secara resmi membuka even diskon besar-besaran akhir tahun 2025, ‘Surabaya Holiday Super Sale’ (SHSS), pada Minggu malam (30/11).
Event ini dibuka di Pakuwon City Mall Surabaya, salah satu mal terbesar di Asia Tenggara dengan luas lebih dari 200.000 meter persegi/m².
Selama satu bulan penuh, SHSS 2025 akan menawarkan diskon hingga mencapai 80 persen di berbagai sektor bisnis wisata, mencakup tempat perbelanjaan (tenant) mal, restoran, tempat wisata, dan perhotelan.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menjelaskan bahwa event ini dibuka khusus untuk wisatawan dari dalam maupun luar kota agar dapat menikmati libur panjang akhir tahun yang mengesankan.
“Surabaya bisa menjadi choice atau pilihan untuk menikmati malam tahun baru,” kata Eri Cahyadi, Minggu (30/11/2025) malam.
Even ini, menurut Eri, bukan hanya akan menyenangkan wisatawan yang datang, tetapi diharapkan juga mampu menjadi basic income ekonomi bagi warga, serta mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Surabaya secara signifikan.
“Seperti kemarin saja ketika kita adakan maraton yang kita lakukan di Balai Kota, itu pemasukannya (bagi PAD) sudah Rp6 miliar. Apalagi hari ini ketika satu bulan penuh, kita lakukan ini pasti akan luar biasa,” ungkap Eri.
Event SHSS akhir tahun 2025 ini turut didukung oleh Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jawa Timur, yang melalui ketuanya, Sutandi Purnomosidi. Sutandi menargetkan adanya perputaran uang sebesar Rp15 triliun selama satu bulan event digelar.
“Kalau untuk APPBI dari 17 mal yang kita selenggarakan tahun ini, kita menargetkan Rp15 triliun, dalam satu bulan perputaran di dalam mal ini,” terang Sutandi.
Sutandi kembali menekankan, bahwa diskon yang ditawarkan bagi pengunjung wisatawan nantinya mencapai 80 persen, meskipun setiap tempat pembelanjaan atau tenant mal dibebaskan untuk menawarkan start diskon mulai dari 10 persen.
“Diskon up to 80 persen. Jadi ini semua kita minta partisipasi aktif dari seluruh tenant, sehingga mulai dari yang mau diskon 10 persen pun nggak masalah, tetapi (maksimal) sampai ke 80 persen,” tutup Ketua APPBI Jawa Timur itu. [rma/aje]






