Tuban (beritajatim.com) – Disdukcapil Kabupaten Tuban mencatat lonjakan besar pada berbagai layanan administrasi kependudukan sepanjang 2025, terutama lewat program Cedak Mas dan Bahtera Kita yang mempermudah akses dokumen untuk warga.
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tuban merilis capaian berbagai program layanan administrasi kependudukan pada 2025, mulai dari Cedak Mas, Bahtera Kita, Lapor PAK, PAK Tama, Pelangi Biru, hingga kemitraan pemanfaatan KIA dengan sejumlah pelaku usaha. Seluruh inovasi ini dirancang untuk mempercepat, mempermudah, dan memperluas jangkauan layanan dokumen kependudukan.
Kepala Disdukcapil Tuban, Agung Triwibowo, S.E., MM., menjelaskan bahwa rangkaian inovasi tersebut merupakan bentuk transformasi layanan publik yang berbasis kebutuhan nyata masyarakat.
“Ini wujud transformasi layanan adminduk untuk memenuhi kebutuhan warga yang semakin dinamis. Sehingga, kami menyusun inovasi dari masalah nyata di lapangan,” ujar Agung Triwibowo, Kamis (27/11/2025).
Ia menegaskan pelayanan adminduk kini jauh lebih mudah diakses karena adanya sinergi dengan kecamatan, fasilitas kesehatan, Kemenag, pelaku usaha, dan berbagai mitra lain.
“Kami juga memperkuat koordinasi dengan kecamatan, faskes, Kemenag, pelaku usaha, dan berbagai mitra lain agar setiap inovasi berjalan efektif dan memberi manfaat maksimal,” imbuhnya.
Kepala Bidang Pemanfaatan Data dan Inovasi Pelayanan, Prapti Mangajoeningtyas, SST, MM., memaparkan bahwa Cedak Mas mencatat peningkatan tertinggi pada 2025. Program ini membuka layanan adminduk di tingkat kecamatan, didukung pelayanan mobil keliling untuk menjangkau desa-desa.
“Jadi masyarakat tidak perlu lagi datang ke kantor Disdukcapil dan adanya program ini terlihat dari lonjakan penggunaan layanan sepanjang 2025. Rekam KTP naik dari 5.218 menjadi 12.033,” jelas Prapti.
Sejumlah layanan lain juga mengalami kenaikan signifikan:
- Penerbitan KTP: dari 14.416 menjadi 57.892
- Kartu Keluarga: dari 10.362 menjadi 56.336
- KIA: dari 1.658 menjadi 6.087
- SKPWNI keluar: dari 2.046 menjadi 10.017
- SKPWNI masuk: dari 1.217 menjadi 5.613
Untuk layanan akta, kenaikan juga sangat menonjol:
- Akta usia 1–18 tahun: dari 2.245 menjadi 9.550
- Akta di atas 18 tahun: dari 279 menjadi 1.208
- Akta kematian: dari 1.289 menjadi 6.764
Pada layanan bayi baru lahir, inovasi Bahtera Kita menjadi salah satu program paling menonjol. Melalui kerja sama dengan 33 puskesmas, 6 rumah sakit, dan tambahan 2 klinik, masyarakat dapat mengurus Akta Kelahiran, KK, dan KIA langsung dari fasilitas kesehatan.
“Layanan ini diawali saat operator faskes memasukkan data kelahiran ke sistem nasional, sehingga dokumen dapat segera terbit setelah persyaratan terpenuhi,” kata Prapti.
Penggunaan layanan Bahtera Kita pun meningkat dari 1.417 pengajuan pada 2024 menjadi 2.421 pengajuan pada 2025. Capaian akta kelahiran hingga Oktober 2025 mencapai 97,23 persen, melampaui target Renstra.
“Karena keberhasilan ini juga menghantarkan Bahtera Kita meraih Juara Terinovatif 1 Kategori Inovasi Perangkat Daerah pada ajang Tubernova Award 2025,” pungkasnya. [dya/beq]






