Lamongan (beritajatim.com) – Dalam rentang lima jam, dua kebakaran terjadi di Kabupaten Lamongan dan menghanguskan lima rumah warga meski sedang musim hujan, Kamis (27/11/2025).
Musim hujan tidak sepenuhnya meniadakan potensi kebakaran. Hal itu terbukti dengan terbakarnya lima rumah warga di Kabupaten Lamongan dalam dua peristiwa berbeda yang terjadi hanya berselang sekitar lima jam pada Kamis (27/11/2025).
Peristiwa pertama berlangsung di Desa Porodeso, Kecamatan Sekaran, sekitar pukul 01.30 WIB. Kebakaran tersebut menghanguskan empat rumah sekaligus. Kapolsek Sekaran, IPTU Ahmad Zunaedi, menyebutkan bahwa sumber api diduga berasal dari korsleting listrik.
Struktur bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu dan dinding papan membuat kobaran api cepat membesar dan menjalar ke tiga rumah lain di sekitarnya.
“Menurut keterangan saksi, sekitar pukul 01.30 WIB mendengar suara teriakan minta tolong dari luar rumah. Saat keluar, saksi melihat rumah milik Susanto sudah dalam kondisi terbakar,” kata Zunaedi.
Warga berupaya memadamkan api secara manual menggunakan alat seadanya. Namun kobaran api dengan cepat membesar dan melalap seluruh isi rumah. Setelah proses pemadaman berlangsung selama sekitar dua jam, api akhirnya berhasil dipadamkan total pada pukul 03.30 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
“Upaya pemadaman dilakukan bersama oleh warga, personel Polsek Sekaran, perangkat desa, serta tim Damkar Lamongan,” ujarnya.
Kebakaran kedua terjadi di Dusun Lawangan, Desa Lawanganagung, Kecamatan Sugio, sekitar pukul 06.30 WIB. Satu rumah milik warga ludes dilalap api saat kondisi rumah dalam keadaan kosong karena penghuninya sedang berada di luar kota.
Koordinator Wilayah Damkar Lamongan, Suwanto, mengatakan dugaan sementara penyebab kebakaran juga berasal dari korsleting listrik. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, dengan kerugian ditaksir mencapai Rp60 juta.
“Imbauan untuk warga, terutama soal listrik, kalau bepergian, tolong peralatan di rumah dicabut dari sambungan listrik, bila perlu dimatikan KWH meternya,” kata Suwanto. [fak/beq]






