Malang (beritajatim.com) – Kelestarian sumber daya air (SDA) di Wilayah Sungai Brantas terus menjadi perhatian serius, terutama karena aliran sungai yang melintas di sejumlah daerah di Jawa Timur dimanfaatkan masyarakat untuk sektor pertanian hingga peternakan ikan. Kondisi ini menuntut pengelolaan sampah yang lebih ketat, khususnya di kawasan hulu yang menjadi titik awal masuknya sampah ke Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas.
Untuk memperkuat upaya mitigasi tersebut, Perum Jasa Tirta I (PJT I) menggandeng Center for Southeast Asian Studies (CSEAS) Indonesia menggelar Pelatihan Pengembangan Kapasitas Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di wilayah hulu Kabupaten Malang. Inisiatif ini dinilai menjadi langkah strategis dalam mendorong pengurangan sampah sejak dari sumbernya.
“Ini menjadi langkah strategis bagi kami untuk memperkuat mitigasi sampah sejak dari sumbernya sebelum memasuki Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas,” kata Direktur Utama PJT I, Fahmi Hidayat, Sabtu (22/11/2025).
Pelatihan tersebut melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari kepala dusun, kepala desa, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang, hingga komunitas pegiat lingkungan seperti Komunitas Kaliku, Alam Hijau, dan Sabers Pungli. Fokus kegiatan adalah penguatan keterampilan teknis dan kelembagaan pengelolaan sampah di tingkat desa yang berperan penting dalam rantai hulu-hilir pengelolaan sungai.
Fahmi menegaskan, kolaborasi bersama CSEAS menjadi bagian penting dalam memperkuat sinergi lintas pemangku kepentingan untuk merawat DAS Brantas. “Pengelolaan sampah yang tepat di hulu perlu diterapkan. Kami berharap masyarakat dapat menjadi garda terdepan dalam merawat sungai,” ujarnya.
Selain pelatihan, PJT I melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) juga memberikan bantuan pakaian kerja lapangan kepada pengelola TPS3R di tiga desa, yakni Desa Genengan, Desa Kendalpayak, dan Desa Pakisaji. Bantuan itu ditujukan untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan petugas dalam aktivitas harian di lapangan.
Kepala Sub Divisi TJSL dan ESG PJT I, Andriana Kartikasari, menuturkan bahwa pihaknya terus mendorong pemeliharaan Sungai Brantas melalui kolaborasi, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan kelembagaan lingkungan.
“PJT I terus menjaga kelestarian Sungai Brantas melalui kolaborasi, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan kapasitas kelembagaan lingkungan. Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen PJT I untuk memastikan sumber daya air tetap lestari bagi generasi mendatang,” katanya.
Ia berharap pelatihan ini dapat mendorong terbentuknya ekosistem pengelolaan lingkungan yang lebih mandiri dan berkelanjutan. “Semoga melalui pelatihan ini dapat mendorong terbentuknya ekosistem pengelolaan lingkungan yang lebih mandiri, inklusif, dan berkelanjutan di sekitar DAS Brantas,” ujarnya. [luc/beq]






