Lumajang (beritajatim.com) – Sejumlah warga dan pengendara nekat melintasi Jembatan Gladak Perak Besuk Kobokan, Lumajang, tak lama setelah wilayah itu diterjang awan panas guguran Gunung Semeru pada Rabu (19/11/2025) petang.
Meski kondisi di sekitar jembatan masih diselimuti material vulkanik dan asap tebal, arus kendaraan tetap terlihat bergerak.
Berdasarkan pantauan warga di lokasi, beberapa truk dan kendaraan pribadi memilih tetap melintas meski situasi masih gelap dan penuh abu.
Jembatan tersebut sebelumnya dibuka kembali pada April 2023 setelah dibangun ulang pasca-rusak akibat erupsi Semeru pada Desember 2021.
Seorang warga yang melintas menggambarkan kondisi jembatan yang mulai tertutup material vulkanik namun masih bisa dilalui dengan hati-hati.
“Kondisi untuk warga yang merobos tadi selamat ya, dulur. Berarti ini masih bisa dilalui, tetapi tebal banget ya ketebalannya seperti ini,” ujarnya saat merekam situasi di lokasi.
Ia menambahkan bahwa asap dan material vulkanik membuat jarak pandang menjadi sangat terbatas.
“Untuk aliran ini full, dulur. Full asap atau full material kita enggak tahu, soalnya dari sini jaraknya jauh. Karena gelap, ada beberapa warga yang balik arah,” katanya.

Meski demikian, arus kendaraan dari arah Lumajang menuju Malang masih terlihat, terutama melalui jalur Curah Kobokan.
“Kayaknya sudah bisa dilalui dulur, walaupun nekat ini harus nekat. Ini semua sudah nekat ya, bisa dilalui. Kalau hujan enggak bisa dilewati dulur,” lanjutnya.
Riwayat Pembukaan Jembatan Gladak Perak
Jembatan Gladak Perak yang menghubungkan Lumajang–Malang sempat hancur akibat erupsi Semeru pada Desember 2021. Pemerintah kemudian membangun kembali jembatan tersebut, dan Presiden Joko Widodo meninjau langsung proses perbaikannya.
8 April 2023: Jembatan dibuka pertama kali untuk masyarakat saat proses finalisasi konstruksi.
H-7 Lebaran 2023: Jembatan resmi dibuka sepenuhnya dan dapat dilalui semua jenis kendaraan.
Kini, setelah kembali terpapar awan panas, kondisi jembatan menjadi sorotan karena banyaknya warga yang tetap memaksakan melintas.
Hingga berita ini diturunkan, pihak BPBD Lumajang masih melakukan pemantauan terhadap kondisi jembatan dan kawasan Besuk Kobokan sambil mengimbau warga agar menghindari aktivitas di zona berbahaya. (ted)






