Pasuruan (beritajatim.com) – Pembangunan kawasan hunian di Pasuruan Timur kembali menjadi sorotan setelah Menteri berkunjung dan meminta peningkatan target rumah subsidi. Permintaan tersebut mendorong percepatan pembangunan yang sebelumnya ditetapkan hanya 1.000 unit.
Wilayah Pasuruan Timur kini menjadi titik tumbuh baru bagi sektor properti karena memiliki letak yang strategis dekat akses tol. Kondisi ini membuat investor semakin melirik peluang pengembangan kawasan di daerah tersebut.
PT Dewe Makmur Sejahtera menjadi salah satu perusahaan properti yang saat ini aktif membangun kawasan perumahan berskala besar di Pasuruan Timur. Pengembangan ini dinilai mampu menambah pilihan hunian terjangkau bagi masyarakat setempat.
Wakil Ketua Umum Bidang Properti Kadin Jatim, Danny Wahid, menyebut peningkatan target dari 1.000 menjadi 4.000 unit bukan hal yang mustahil. “Pasuruan Timur punya potensi besar, dan pengembang seperti PT Dewe Makmur Sejahtera menjadi motor utamanya,” ujarnya.
Menurut Danny, sebanyak 1.000 unit subsidi yang dibangun saat ini telah menyumbang sekitar 20 persen dari kebutuhan wilayah. Angka tersebut menunjukkan keseriusan berbagai pihak dalam mendukung program rumah layak huni.
Selain unit subsidi, tersedia pula 1.400 unit komersial dengan fasilitas yang lebih lengkap. Kombinasi dua segmen ini dianggap mampu menggerakkan pasar properti secara lebih merata.
Danny menjelaskan bahwa harga rumah subsidi berkisar Rp160 juta dan dinilai sangat kompetitif. “Dalam dua atau tiga tahun ini nilainya terus naik, sehingga cocok untuk investasi,” katanya.
Ia menambahkan bahwa biaya tambahan di kawasan yang dikembangkan jauh lebih rendah dibanding wilayah lain. Jika di lokasi lain mencapai Rp10 juta, maka di proyek ini hanya sekitar Rp7–8 juta.
“Penghematan hingga dua juta itu cukup membantu masyarakat yang ingin memiliki rumah pertama,” ucap Danny. Menurutnya, ini menjadi salah satu keunggulan pengembang di Pasuruan Timur.
Danny juga mengungkapkan bahwa Pasuruan Timur dipilih karena masih minim persaingan investor besar. Dimana di Pasuruan Barat sudah banyak investor yang masuk, sehingga ini menjadi potensi besar untuk membangun ekonomi daerah.
Ia berharap pemerintah daerah memberikan dukungan penuh terhadap para pengembang. Menurutnya, sektor perumahan merupakan penyumbang pertumbuhan ekonomi paling nyata di tingkat lokal.
“Kabupaten Pasuruan ini menduduki posisi 10 besar UMR tertinggi nasional, ini peluang besar bagi pasar properti,” tutur Danny. Ia menegaskan bahwa pembangunan kawasan ini menyumbang 25 persen dari target yang ditetapkan kementerian.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Muhammad Zaini, menyebut program ini menjadi solusi bagi masyarakat yang membutuhkan hunian terjangkau. Ia mengapresiasi keterlibatan pengembang dalam membantu pemerintah.
“Program seperti ini sangat bermanfaat untuk rakyat Pasuruan,” kata Zaini. Ia menyarankan penyebaran pembangunan diperluas agar manfaatnya merata ke wilayah timur.
Zaini menyebutkan bahwa pembangunan rumah subsidi mampu mendorong ekonomi lokal secara signifikan. Proyeksi pertumbuhan bahkan dapat mencapai 5 hingga 15 persen dalam beberapa tahun.
“Perekonomian Pasuruan Timur akan ikut bergerak lebih cepat,” ujarnya. Ia berharap iklim investasi semakin kondusif. (ada/but)






