Malang (beritajatim.com) – Kota bukan sekadar deretan gedung dan jalan raya, melainkan ruang yang menyimpan ribuan cerita.
Semangat inilah yang diusung dalam kolaborasi apik antara Kandidat Magister Mengabdi (KMM) Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Islam Malang (Unisma) dan Prodi PBSI Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama).
Rahutami, M.Hum., Kaprodi PBSI Unikama, menyebut kerja sama ini memperkuat jejaring literasi di Malang Raya.
“Ini bukan hanya soal program akademik, tapi bagaimana mahasiswa berkembang sebagai calon pendidik dan penulis yang peka zaman,” ungkapnya.
Senada dengan hal tersebut, Kaprodi MPBI Unisma, Prof. Dr. Hj. Dyah Werdiningsih, M.Pd., menekankan bahwa program KMM adalah wujud nyata pengabdian mahasiswa pascasarjana.
“Mahasiswa magister tidak hanya belajar di kelas, tapi turun tangan mengasah keterampilan profesional dan berkontribusi nyata bagi masyarakat,” kata Prof. Dyah pada beritajatim.com, Senin (17/11/2025).
Daya tarik utama acara ini terletak pada sesi materi yang menarik. Tiga narasumber kompeten dihadirkan untuk membedah sastra anak dari berbagai sisi.
Dr. Ari Ambarwati, S.S., M.Pd. membahas psikologi anak, memastikan cerita yang dibuat relevan dengan perkembangan mental pembaca cilik.

Dr. Gatot Sarmidi, M.Pd. mengajak peserta deep dive memaknai kota. Ia menekankan bahwa sejarah, ruang, dan dinamika sosial kota bisa diolah menjadi narasi yang menyentuh hati.
Riska Amaliah, M.Pd. memandu sesi praktik menulis dengan pendekatan komunikatif. Ia mengajak peserta untuk mengubah pengalaman pribadi peserta menjadi draf cerita yang utuh.
Suasana semakin hidup saat sesi presentasi karya. Banyak peserta mengaku baru menyadari bahwa sudut-sudut kota yang sering mereka abaikan ternyata bisa disulap menjadi cerita anak yang hangat dan edukatif. Umpan balik langsung dari narasumber membuat proses belajar terasa dialogis dan suportif.
Unisma dan Unikama menggelar Lokakarya Penulisan Sastra Anak bertajuk “Kota, Kisah, dan Hal-hal yang Terlupa” di Auditorium Multikultural Unikama, Sabtu (15/11/2025). Agenda ini menjadi pemanasan resmi menuju perhelatan besar Festival Sastra Kota Malang 2025.
Acara yang dihadiri oleh 41 peserta dari kalangan mahasiswa dan penggiat literasi ini tidak sekadar bicara teori. Nurul Kholifah, S.Pd., Ketua Pelaksana acara, menegaskan bahwa lokakarya ini dirancang untuk membuka mata peserta yang didominasi anak muda bahwa realitas sosial di sekitar mereka adalah bahan bakar kreativitas yang tak habis-habisnya.
“Kami memilih tema ini untuk mengajak peserta melihat kota sebagai ruang penuh cerita. Menulis cerita anak bukan sekadar kegiatan kreatif, tetapi sarana membangun empati, merekam realitas sosial, dan menghadirkan nilai kemanusiaan bagi pembaca usia dini,” ujar Nurul.
Kesuksesan acara ini tak lepas dari kerjasama mahasiswa MPBI Unisma Semester 3. Tim yang terdiri dari Nurul Kholifah, Ahmad Fauzan, Nur Alfan, Luluk Ernawati, Ike Suharwati, Kalina Dewantara, dan Khoirur Rizal ini membuktikan kapasitas mereka dalam memanajemen event literasi berkelas.
Nurul berharap, output dari lokakarya ini akan melahirkan penulis muda baru yang siap meramaikan Festival Sastra Kota Malang 2025 mendatang.
“Kota menyimpan banyak cerita yang sering kita abaikan. Lewat sastra anak, kita hidupkan kembali kisah itu dengan cara yang lebih sederhana namun bermakna,” kata Nurul, menutup. (dan/ted)






