Surabaya (beritajatim.com) – Gelaran tahunan Gerak Jalan Mojokerto–Surabaya (GMS) 2025 kembali menyedot perhatian publik. Sejak dilepas pada Sabtu (15/11/2025) pukul 11.00 WIB, ribuan peserta tampak antusias menaklukkan rute panjang yang membentang dari Kota Mojokerto hingga Surabaya.
Memasuki wilayah Kecamatan Karangpilang, Surabaya, atmosfer kemeriahan acara untuk memperingati Hari Pahlawan ini tampak semakin terasa. Suara peluit, hentakan langkah kaki, kembang api, hingga yel-yel penuh semangat dari para peserta menggema sepanjang jalan. Hal itu pula yang memantik antusiasme masyarakat yang telah memadati pinggir jalan sejak sore hari.
Mereka datang bukan hanya untuk menonton, tetapi juga memberikan dukungan kepada para peserta yang mulai menunjukkan tanda-tanda kelelahan setelah menempuh jarak puluhan kilometer.
Warga dari berbagai usia tampak tumpah ruah di depan rumah, pertokoan, maupun titik-titik keramaian. Suasana meriah inilah yang menjadikan GMS bukan hanya sekadar ajang olahraga, tetapi juga momentum kebersamaan warga Mojokerto, Surabaya, dan sekitarnya.
Karena waktu start yang lebih awal dibanding penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya, peserta sudah mulai memasuki kawasan Karangpilang sejak sore hari. Kondisi ini turut meningkatkan mobilitas masyarakat dan memicu kepadatan lalu lintas. Aparat keamanan dan petugas lalu lintas terlihat bersiaga di sejumlah titik rawan macet untuk mengatur arus kendaraan yang melintas.
Dengan panjang lintasan yang melewati empat wilayah sekaligus—Mojokerto, Sidoarjo, Gresik, dan Surabaya—masyarakat diimbau melakukan penyesuaian rute perjalanan. Jalan-jalan utama seperti Jalan Surodinawan, Krian, Driyorejo, hingga Karangpilang menjadi jalur inti peserta sebelum mencapai garis finis di Tugu Pahlawan Surabaya.
Bagi warga yang tidak memiliki kepentingan mendesak, disarankan menghindari jalur tersebut agar tak terjebak kemacetan. Menambah semarak acara, panitia juga menghadirkan hiburan musik di area finis.
Grup Mr. Jono Joni serta sejumlah musisi lokal dijadwalkan tampil untuk menghibur peserta maupun pengunjung yang memadati kawasan Tugu Pahlawan. Konser ini tidak hanya menjadi penutup yang meriah, tetapi juga ruang apresiasi bagi peserta yang berhasil menyelesaikan perjalanan panjang ini. (fyi/kun)






