Malang (beritajatim.com) – Tim dosen dari Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Malang (Polinema) berhasil mengimplementasikan solusi teknologi tepat guna yang menjawab langsung kebutuhan pengunjung kafe akan sumber daya listrik.
Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) tahun 2025, tim yang dipimpin oleh Ir. Imron Ridzki, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., memperkenalkan charger portabel berbasis panel surya (Solar PV) di UMKM Toko Kopi KOOPEN.
Proyek pengabdian ini dirancang sebagai solusi atas keterbatasan akses listrik yang sering dikeluhkan di area wisata kuliner. Dengan memanfaatkan teknologi Solar Photovoltaic (PV), tim Polinema menciptakan sistem charger portabel yang sepenuhnya mandiri dan tidak bergantung pada jaringan listrik PLN.
“Inovasi ini memungkinkan pengunjung Toko Kopi KOOPEN untuk mengisi daya perangkat elektronik mereka, seperti ponsel dan laptop, dengan mudah. Pengunjung kini dapat beraktivitas lebih lama tanpa khawatir kehabisan baterai, kapan pun dan di mana pun mereka berada di area kedai kopi tersebut,” ujar Imron Ridzki kepada beritajatim.com, Rabu (12/11/2025).
Kegiatan ini tidak hanya sebatas penyerahan alat. Tim dosen Polinema juga memberikan bimbingan teknis dan pendampingan intensif kepada pemilik, pegawai, dan konsumen Toko Kopi KOOPEN.
Pelatihan tersebut mencakup materi lengkap mulai dari cara instalasi, pengoperasian harian, hingga metode perawatan charger portabel berbasis Solar PV. “Hasilnya sangat memuaskan. Evaluasi program menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta terhadap sistem PLTS off-grid (luar jaringan) yang mencapai 78 persen,” lanjut Imron.
Selain itu, tingkat kepuasan pengguna terhadap fungsionalitas dan kemudahan alat ini mencapai 85 persen, membuktikan bahwa inovasi tersebut efisien dan diterima dengan antusias. Melalui program ini, Politeknik Negeri Malang menunjukkan komitmennya dalam memperkenalkan solusi energi terbarukan yang aplikatif dan berdampak langsung pada sektor UMKM, khususnya di bidang wisata kopi.
“Implementasi charger bertenaga surya ini menjadi langkah nyata dalam mendorong gaya hidup berkelanjutan sekaligus meningkatkan kenyamanan wisatawan di kawasan Klojen,” tutup dosen Polinema tersebut. (dan/kun)






