Lumajang (beritajatim.com) – Tiga objek diduga cagar budaya (ODCB) yang ada di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur tengah menjalani pengkajian untuk penetapan menjadi cagar budaya.
Salah satu ODCB yang menjalani sedang menjalani pengkajian ini adalah situs Selogending di Desa Kandangan, Kecamatan Senduro.
Kemudian, bangunan masjid Baitur Rohman di Desa Tukum, Kecamatan Tekung yang termasuk salah satu masjid tertua di Lumajang yang dibangun sebelum masa kemerdekaan Indonesia sekitar tahun 1911.
Selanjutnya, candi Kedungsari di Desa Kedungmoro, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang juga tengah menjalani pengkajian untuk menjadi cagar budaya.
Untuk diketahui, proses pengkajian sejumlah ODCB ini dilakukan oleh Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Lumajang yang saat ini baru saja terbentuk.
Ketua TACB Lumajang Muhammad Suhudi mengatakan, tiga ODCB yang ada statusnya belum bisa disebut sebagai cagar budaya sebelum proses pengkajian selesai.
Menurutnya, ODCB harus melalui sejumlah kajian dari TACB dengan melibatkan proses pengukuran, pendeskripsian objek, penyusunan sejarah, dan pembuatan dokumen ODCB.
Dalam proses pengkajian ini tim ahli dari arkeologi, ahli geografis, dan arsitek ikut dilibatkan untuk memastikan kelayakan ODCB menjadi cagar budaya.
“Setelah selesai pengkajian ini, kemudian baru bisa disidangkan untuk membuktikan kebenaran atau fakta sejarahnya. Jadi, tiga ODCB ini masih ada kemungkinan statusnya tidak jadi cagar budaya,” terang Suhudi, Rabu (12/11/2025).
Diketahui, saat ini Kabupaten Lumajang telah memiliki tiga situs yang ditetapkan menjadi cagar budaya.
Meliputi, cagar budaya Candi Agung di Kecamatan Randuagung, situs Biting di Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, dan candi Gedong Putri di Desa/Kecamatan Candipuro.
Suhudi mengaku, agar bisa menjadi cagar budaya, selain harus memiliki nilai sejarah dan histori, ODCB minimal harus memiliki nilai sosial pada zamannya.
“Ya jika layak nantinya akan ada tambahan tiga cagar budaya yang dimiliki Lumajang. Tapi ini tetap harus menunggu kajian terlebih dahulu,” ungkap Suhudi. [has/aje]






