Ponorogo (beritajatim.com) – Suasana mendung tak menyurutkan semangat ratusan peserta mengikuti seminar literasi bertajuk “Satu Bahasa Seribu Jiwa, Satu Mimpi Seribu Inspirasi” di Sekolah Rakyat Ponorogo, Selasa (11/11/2025). Kegiatan ini menjadi momentum berharga bagi para pendidik dan pelajar untuk meneguhkan komitmen terhadap dunia literasi.
Acara yang digelar di Graha Pertemuan Sekolah Rakyat Ponorogo berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Sebanyak 180 peserta hadir, terdiri dari anggota Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia SMK Negeri dan Swasta se-Kabupaten Ponorogo, serta perwakilan siswa Sekolah Rakyat.
Ketua MGMP, Edo, menyampaikan rasa optimisme bahwa kegiatan ini akan membawa dampak besar bagi peningkatan budaya literasi di kalangan guru dan siswa. Ia menyebut, pelaksanaan seminar kali ini juga bertepatan dengan peringatan Bulan Bahasa dan Hari Guru Nasional.
Sesi utama seminar menghadirkan Sutejo, sastrawan sekaligus akademisi yang dikenal sebagai pendiri Sutejo Spectrum Center (SSC). Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa bahasa bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga jembatan persatuan dan sumber inspirasi tanpa batas.
“Bapak ibu siap ya setelah acara ini membuat antologi cerpen atau puisi? Pasti siap,” ujar Sutejo, disambut tepuk tangan peserta.
Ia menambahkan bahwa literasi sejati tidak berhenti pada membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan menggunakan bahasa untuk memahami, merangkul, dan menginspirasi sesama.
Sebelum sesi utama dimulai, peserta disuguhi beragam penampilan yang menggugah jiwa, mulai dari drama, hadroh, hingga musikalisasi puisi yang menutup acara dengan kesan mendalam. [end/kun]






