Ponorogo (beritajatim.com) – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, pada Senin sore (10/11/2025) memicu bencana tanah longsor di dua titik. Salah satunya terjadi di Desa Bekiring, yang mengakibatkan satu rumah warga rusak berat,.setelah diterjang material tanah dan lumpur.
Rumah milik Istianah (30) itu, nyaris ambruk di bagian belakang. Dua ruangan, yakni kamar tidur dan ruang tengah porak-poranda karena diterjang longsor sekitar pukul 17.00 WIB. Dinding rumah jebol, sementara perabotan rumah tangga tertimbun lumpur tebal.
“Awalnya hujan turun deras sejak sore. Tidak lama kemudian terdengar suara gemuruh dari arah belakang rumah. Seketika dinding jebol dan tanah masuk,” kata Istianah, pemilik rumah, Selasa (11/11/2025).
Beruntung, seluruh anggota keluarga berhasil menyelamatkan diri sebelum material tanah menimpa rumah. “Kami sempat panik, tapi langsung keluar rumah begitu mendengar suara keras,” katanya.
Sejak pagi hari, warga bersama aparat gabungan dari BPBD Ponorogo, Koramil Pulung, dan Polsek Pulung bergotong royong membersihkan sisa lumpur dan tanah yang menumpuk di dalam rumah. Menurut Serka Putut Prio Widodo, anggota Koramil Pulung, longsor akibat curah hujan tinggi itu terjadi di dua titik, yakni di Desa Bekiring dan Desa Banaran.
“Yang terparah di Bekiring, karena material longsoran langsung menimpa rumah warga. Syukurlah, tidak ada korban jiwa,” jelasnya.
Petugas gabungan masih terus melakukan pembersihan dan pemantauan kondisi tanah di sekitar lokasi, mengingat kawasan tersebut merupakan daerah rawan longsor. Warga juga diimbau tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.(end/ted)






