Surabaya (beritajatim.com) – Lionel Messi resmi menjadi pencatat assist terbanyak sepanjang sejarah turnamen setelah mengoleksi 11 assist. Messi melewati rekor milik legenda Jerman, Fritz Walter, yang sebelumnya mencatatkan 10 assist.
Rekor tersebut tercipta saat Argentina mengalahkan Swiss dengan skor 3-1 melalui babak perpanjangan waktu pada laga perempat final Piala Dunia 2026 di Kansas City, Minggu (12/7/2026) siang WIB.
Messi menciptakan assist bersejarah itu lewat sepak pojok akurat yang disambut sundulan Alexis Mac Allister pada menit ke-10. Gol tersebut membawa Argentina unggul lebih dulu sekaligus mengantarkan pemain berjuluk La Pulga itu mencatatkan tonggak baru dalam sejarah Piala Dunia.
Berdasarkan data statistik yang dirilis MisterChip, Messi kini menjadi pemegang rekor tunggal assist terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia.
“Messi memberikan assist melawan Swiss untuk mencapai 11 assist di Piala Dunia, menjadikannya pemberi assist terbaik sepanjang sejarah turnamen,” tulis akun statistik sepak bola MisterChip melalui platform X.
Dengan torehan tersebut, Messi meninggalkan Fritz Walter di posisi kedua dengan 10 assist. Sementara itu, legenda Prancis Raymond Kopa, ikon Jerman Uwe Seeler, dan legenda Argentina Diego Maradona sama-sama mengoleksi delapan assist.
Catatan tersebut semakin mempertegas status Messi sebagai salah satu pemain paling berpengaruh dalam sejarah Piala Dunia.
Hingga babak perempat final edisi 2026, pemain berusia 39 tahun itu telah membukukan delapan gol dan dua assist, menjadi motor permainan Argentina dalam upaya mempertahankan gelar juara dunia.
Di balik rekor individu Messi, Argentina harus bekerja keras untuk mengamankan tiket semifinal Piala Dunia 2026.
Albiceleste membuka keunggulan pada menit ke-10 melalui sundulan Alexis Mac Allister yang memanfaatkan umpan sepak pojok Messi. Swiss kemudian memberikan perlawanan sengit dan mampu menyamakan kedudukan lewat Dan Ndoye pada menit ke-67.
Situasi berubah lima menit berselang ketika Breel Embolo menerima kartu kuning kedua setelah dinilai melakukan simulasi di dalam kotak penalti. Bermain dengan 10 orang membuat Swiss semakin tertekan menghadapi serangan Argentina.
Meski mendominasi permainan, Argentina gagal mencetak gol kemenangan pada waktu normal. Messi bahkan nyaris mencatatkan gol melalui tendangan melengkung khasnya, tetapi bola hanya melintas tipis di sisi gawang Gregor Kobel.
Kebuntuan akhirnya pecah pada babak perpanjangan waktu. Julian Alvarez mencetak gol spektakuler pada menit ke-112 untuk membawa Argentina kembali unggul 2-1.
Lautaro Martinez kemudian memastikan kemenangan Albiceleste lewat gol pada menit 120+1 sehingga pertandingan berakhir dengan skor 3-1.
Dengan hasil tersebut, Argentina kini bersiap menghadapi ujian berat melawan Inggris dalam perebutan tiket menuju final Piala Dunia 2026. (faw/but)






