Malang (beritajatim.com) – Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melebarkan sayap internasionalisasinya hingga ke Arab Saudi. Pada bulan November ini, PGSD UMM resmi menjalin kerja sama strategis dengan Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ).
Kolaborasi ini difokuskan pada bidang penelitian dan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan mutu pendidikan siswa Indonesia yang berada di Jeddah. Koordinator program, Innany Muhklishina, M.Pd., menjelaskan bahwa kerja sama ini menggabungkan dua agenda utama: penelitian pendidikan dan penandatanganan kontrak kerja sama strategis (MoU) antar lembaga.
“Penelitian ini merupakan bentuk kolaborasi akademik untuk mengevaluasi efektivitas pendekatan pembelajaran berbasis media cerita bergambar,” ujar Innany.
Tujuannya, lanjut dia, adalah untuk meningkatkan pemahaman konsep sains sekaligus memperkuat karakter siswa di SIJ. Innany memaparkan, metode yang diusung dalam penelitian ini mengintegrasikan materi sains dengan nilai-nilai luhur dari Profil Pelajar Pancasila.
“Misalnya nilai gotong royong, bernalar kritis, mandiri, dan beriman,” tuturnya. Ia menambahkan, berdasarkan hasil awal dari asesmen formatif dan pengamatan, pendekatan ini menunjukkan dampak positif. Terlihat adanya peningkatan antusiasme, pemahaman konsep yang lebih baik, serta keterlibatan aktif siswa selama proses belajar-mengajar.

“Pendekatan visual dan naratif dari cerita bergambar ini terbukti mampu menjembatani pemahaman materi sains secara lebih kontekstual dan menyenangkan,” ungkap Innany.
Dosen UMM lainnya, Arinta Rezty Wijayaningputri, M.Pd., menambahkan bahwa penandatanganan MoU ini menjadi momentum krusial. Kerja sama tersebut akan mencakup program penelitian, pengabdian bersama, serta berbagai kegiatan akademik lainnya.
Menurut Arinta, ini adalah langkah konkret untuk “penguatan sinergi antara institusi pendidikan tinggi dan sekolah luar negeri.”
Pihak Sekolah Indonesia Jeddah menyambut hangat inisiatif ini. Kepala SIJ, Mahrani, M.Pd., menyampaikan apresiasinya. Ia menilai program ini tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga esensial untuk memperkuat karakter kebangsaan siswa Indonesia di luar negeri.
Kedua institusi berharap kolaborasi ini dapat mendorong inovasi pendidikan yang lebih luas, tidak hanya di lingkungan SIJ, tetapi juga menjadi model yang dapat direplikasi di sekolah-sekolah Indonesia lainnya.
“Harapannya, kolaborasi ini dapat memberikan dampak yang baik. Terutama untuk pendidikan anak-anak Indonesia, termasuk anak-anak yang ada di luar negeri,” pungkas Mahrani. (dan/but)






