Jakarta (beritajatim.com) – Tim nasional (Timnas) Indonesia U-17 diwajibkan timnya tampil lebih menyerang saat menghadapi Honduras dalam laga pamungkas Grup H Piala Dunia U-17 2025 di Doha pada Senin (10/11/2-25) malam.
Dua kekalahan sebelumnya dari Zambia dan Brasil, membuat tim asuhan Nova Arianto, itu terpuruk di posisi ketiga klasemen sementara Grup H. Kemenangan menjadi harga mati jika ingin menjaga peluang lolos ke babak 32 besar.
“Kami harus bermain lebih agresif karena butuh tiga poin. Namun, tetap harus waspada karena Honduras memiliki transisi cepat,” ujar Nova tentang laga lawan Honduras.
Meski peluang lolos tergolong tipis, Nova menegaskan anak asuhnya tetap berjuang maksimal. “Kesempatan masih ada. Saya minta pemain memanfaatkan setiap peluang dan tampil lebih optimal,” katanya.
Indonesia kini berada di posisi terbawah dari 12 tim peringkat ketiga. Hanya delapan tim terbaik di posisi tersebut yang berhak melangkah ke fase gugur.
Jika mampu menaklukkan Honduras, Indonesia akan mengantongi tiga poin dan berpeluang menyalip Kolombia yang mengoleksi dua poin di Grup G. Namun, selisih gol minus enam menjadi tantangan berat untuk bersaing dengan tim lain seperti Paraguay, Arab Saudi, dan Meksiko yang unggul secara produktivitas.
Di sisi lain, kondisi bek andalan Lucas Raphael Lee masih dalam pemantauan setelah mengalami benturan saat menghadapi Brasil. Kabar baik datang dari sang kapten, Putu Panji, yang sudah pulih dari cedera dan siap dimainkan.
“Lucas masih kami observasi secara medis, tapi secara keseluruhan tim dalam kondisi siap bertanding,” ujar Nova. [faw/aje]






