Surabaya (beritajatim.com) – Di tengah pasar smartphone kelas menengah yang makin sesak dan agresif, Oppo A6 Pro 5G mencoba tampil bukan dengan kecepatan ekstrem atau kamera super besar, tapi dengan daya tahan fisik yang bisa bikin ponsel lain merasa rapuh.
Bukan main-main, ponsel ini mengantongi tiga sertifikasi sekaligus — IP66, IP68, dan IP69, sesuatu yang bahkan jarang ditemui di flagship. Artinya, semprotan air bertekanan tinggi? Aman. Terendam 30 menit di kolam renang? Masih hidup. Terjatuh di jalanan berdebu? Hanya lecet harga diri, bukan perangkatnya.
Desain yang Kuat, Layar yang Manja
Oppo tampaknya sadar, “kuat” tak harus berarti “kaku.” Layar AMOLED 6,67 inci Full HD+ yang menutupi 93% bagian depan bodi tampil memukau. Visualnya halus berkat refresh rate 120 Hz dan 10-bit color depth yang sanggup menampilkan 1 miliar warna. Bahkan di bawah terik matahari 1.400 nits, warna tetap tajam, seolah ponsel ini diciptakan untuk petualang yang tak kenal tempat teduh.
Navigasi terasa lincah, entah saat scrolling media sosial, berpindah aplikasi, atau memainkan game kasual. Kombinasi refresh rate tinggi dan touch sampling rate yang responsif membuat setiap sentuhan terasa langsung direspons tanpa jeda.
Baterai Besar, Daya Tahan Panjang
Bagian paling “brutal” dari Oppo A6 Pro 5G bukan pada kameranya, tapi di sektor energi. Baterai 7.000 mAh dengan dukungan SuperVOOC 80W mampu mengisi penuh hanya dalam 61 menit. Satu kali isi, seharian bisa tenang — bahkan Oppo mengklaim baterainya mampu bertahan hingga 5 tahun pemakaian normal tanpa degradasi berarti.
Dan kalau temanmu kehabisan daya? Tinggal aktifkan reverse charging — jadikan ponsel ini power bank berjalan.
Kamera: Jernih, Tapi Tak Cukup Lebar
Oppo membekali ponsel ini dengan kamera utama 50 MP berbasis AI dan sensor 2 MP untuk efek bokeh. Hasilnya cukup solid — detail tajam, warna natural, dan performa minim cahaya masih bisa diandalkan.
Fitur uniknya adalah Underwater Photography Mode, di mana layar sentuh otomatis dikunci agar bisa digunakan dengan tombol fisik saat berada di dalam air.
Sayangnya, absennya OIS (Optical Image Stabilization) dan kamera ultra wide membuatnya terasa kurang “lengkap” dibanding pesaing di harga serupa. Untuk pengguna yang gemar memotret lanskap luas atau video berjalan, ini bisa jadi titik lemah.
Performa: Mulus, Tapi Bukan Raja
Chipset Dimensity 6300 memang cukup untuk multitasking harian, browsing, hingga game ringan. Tapi jika dibandingkan dengan Infinix GT 30 Pro atau Poco X7 5G yang membawa mesin lebih garang, performa Oppo A6 Pro 5G terasa sedikit tertinggal. Ia bukan ponsel tercepat di kelasnya — namun stabil, efisien, dan cukup dingin bahkan di sesi gaming panjang.
Konektivitas dan Fitur Pintar
Konektivitasnya lengkap: 5G, Wi-Fi dual-band, Bluetooth 5.4, NFC, dan USB Type-C OTG. Fitur AI Link Boost memastikan koneksi tetap stabil di area sinyal lemah — penting bagi mereka yang sering berpindah lokasi.
Namun, pengguna headset kabel harus siap kecewa: jack audio 3,5 mm absen. Ya, adaptor tambahan kini menjadi “teman wajib” bagi yang belum move on dari kabel.
Slot kartu hybrid juga memaksa pengguna memilih antara dua SIM aktif atau satu SIM dengan microSD. Tidak ideal, tapi masih bisa ditoleransi untuk pengguna yang lebih mengutamakan kapasitas penyimpanan besar.
Kesimpulan: Si Tangguh yang Butuh Sedikit Tenaga Tambahan
Oppo A6 Pro 5G adalah ponsel yang tidak takut hujan, jatuh, atau debu. Ia bukan ponsel yang paling cepat, tapi jelas salah satu yang paling tangguh.
Cocok untuk pengguna yang sering beraktivitas di luar ruangan, atau mereka yang butuh smartphone yang literally bisa “selamat dari bencana kecil.”
Namun bagi yang mengejar performa ekstrem atau fleksibilitas kamera, ada opsi lain yang lebih menggoda di kisaran harga empat jutaan. Toh, tidak semua orang butuh ponsel yang bisa berenang — tapi kalau kamu salah satunya, Oppo A6 Pro 5G adalah teman yang siap nyemplung kapan pun kamu mau. [kun]






