Surabaya (beritajatim.com) – Tiga laga tanpa kemenangan membuat Persebaya Surabaya kini berada di bawah tekanan besar. Tim kebanggaan Kota Pahlawan dituntut untuk segera bangkit saat menjamu Persis Solo di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (2/11/2025) dalam lanjutan Super League 2025/2026.
Dalam tiga pertandingan terakhir, Bajol Ijo gagal meraih hasil maksimal. Mereka hanya bermain imbang 1-1 di kandang Dewa United (26 September 2025), tumbang 1-3 dari Persija Jakarta di hadapan publik sendiri (18 Oktober 2025), dan tertahan 0-0 saat bertamu ke markas PSBS Biak (24 Oktober 2025).
Tren ini membuat posisi Persebaya melorot ke peringkat ke-10 klasemen sementara dengan 11 poin dari delapan pertandingan.
Pelatih Peresebaya, Eduardo Perez menyadari betul tekanan yang kini mengarah kepada timnya. Namun, pelatih asal Spanyol itu menegaskan bahwa para pemainnya tetap berjuang keras untuk mengembalikan performa terbaik.
“Kami bekerja sangat keras untuk meraih tiga poin. Setiap pertandingan memiliki tantangan berbeda. Yang jelas, kami terus mempersiapkan diri menghadapi Persis Solo,” kata Eduardo Perez.
Eks nakhoda PSS Sleman ini menegaskan bahwa dirinya tidak terpengaruh dengan kritik atau komentar di media sosial. Ia memilih fokus membenahi tim ketimbang memikirkan tekanan eksternal.
“Pekerjaan saya adalah menganalisis pertandingan dan menjaga suasana positif di ruang ganti. Saya menghormati semua pendapat Bonek, tapi saya tidak membaca komentar apa pun. Saya hanya fokus pada Persebaya, 24 jam penuh,” tegasnya.
Sementara di kubu lawan, Persis Solo datang ke Surabaya dengan semangat memperbaiki performa. Dalam dua laga terakhir, Laskar Sambernyawa gagal meraih kemenangan setelah imbang melawan Malut United dan kalah dari Persib Bandung.
Pelatih Peter de Roo menilai, timnya masih kesulitan menembus pertahanan lawan meski sudah cukup baik dalam penguasaan bola. Ia menyoroti efektivitas serangan yang belum berjalan maksimal.
“Dalam dua pertandingan terakhir, penguasaan bola kami cukup baik, tapi itu tidak berarti apa-apa jika tidak ada tekanan ke pertahanan lawan. Fokus latihan pekan ini adalah memperkuat taktik agar lebih tajam di depan,” ujar pelatih asal Belanda itu.
Meski begitu, Peter tetap optimistis dengan potensi timnya. Ia menilai, musim masih panjang dan Persis memiliki peluang untuk terus bersaing di papan tengah.
“Kami percaya dengan kemampuan para pemain. Ini masih awal musim, dan kami akan terus berkembang,” ujarnya.
Kabar baik datang dari lini tengah Persis: Fuad Sule akhirnya kembali ke skuad setelah absen panjang. Kehadiran gelandang tangguh ini diharapkan mampu menambah keseimbangan dan semangat baru bagi tim dalam duel melawan Persebaya.
“Kondisi pemain cukup baik. Fuad sudah kembali dan siap bermain melawan Persebaya. Kehadirannya akan membawa energi positif bagi tim,” kata Peter. (faw/ted)






