Pacitan (beritajatim.com)- Harga telur ayam di pasar tradisional Arjawinangun, Kabupaten Pacitan, masih tercatat tinggi. Hingga Rabu (29/10/2025), harga berada di kisaran Rp28.000 per kilogram.
Salah satu pedagang, Sumarni, mengatakan bahwa kenaikan harga telur sudah terjadi sejak September lalu. Sebelumnya, harga telur hanya sekitar Rp26.000 per kilogram, namun secara bertahap naik hingga sempat menembus Rp30.000 per kilogram.
“Pertengahan Oktober sampai kemarin, harga stabil di Rp30.000 per kilogram. Hari ini mulai turun menjadi Rp28.000,” ujarnya.
Meski tidak mengetahui pasti penyebab kenaikan harga, Sumarni menduga hal itu dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan telur dari peternak akibat adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Mungkin banyak telur dari peternak yang diserap untuk kebutuhan dapur MBG,” katanya.
Kendati harga masih tinggi, Sumarni mengaku penjualan telur di lapaknya tetap stabil. Menurutnya, telur ayam tetap menjadi pilihan utama ibu rumah tangga karena mudah diolah dan praktis.
“Penjualan masih sama, cuma pembeli banyak yang mengeluh karena harganya mahal,” pungkasnya. [tri/aje]






