Pasuruan (beritajatim.com) – Sebanyak 390.186 siswa di Jawa Timur akan mengikuti pelaksanaan perdana Tes Kemampuan Akademik (TKA) pada awal November 2025. Program asesmen nasional ini menjadi langkah baru dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk mengukur kemampuan siswa secara komprehensif dan berstandar nasional.
Berbeda dari Ujian Nasional, TKA tidak lagi menjadi penentu kelulusan siswa jenjang Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA). Hasil ujian justru akan menjadi bahan pertimbangan utama dalam Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) untuk masuk perguruan tinggi negeri.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menjelaskan bahwa pelaksanaan TKA di Jawa Timur akan digelar dalam dua gelombang pada 3–6 November 2025. “Khusus di Jawa Timur, jumlah peserta mencapai 390.186 siswa dari SMA, SMK, SLB, dan PKBM,” ujar Khofifah usai meninjau persiapan di SMAN 1 Pandaan, Selasa (28/10/2025).
Khofifah menegaskan, asesmen ini bertujuan memastikan kesiapan akademik siswa sekaligus memberikan gambaran kemampuan mereka secara objektif. Menurutnya, TKA merupakan bagian penting dari sistem pendidikan yang menekankan penguasaan kompetensi dan pemahaman konsep.
TKA akan menguji dua kategori mata pelajaran, yaitu mata uji wajib dan mata uji pilihan. Untuk mata uji wajib meliputi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika. Sedangkan untuk mata uji pilihan, siswa dapat memilih bidang sesuai minat dan jurusan, seperti ekonomi, biologi, kimia, hingga proyek kreatif dan kewirausahaan.
“Untuk siswa SMA atau Madrasah Aliyah dan SMK, mereka diwajibkan mengambil mata uji Proyek Kreatif dan Kewirausahaan serta satu mata pelajaran pilihan bebas,” lanjut Khofifah. Ia menilai kebijakan ini memberi ruang bagi siswa mengembangkan minat akademik sesuai bidang dan cita-citanya.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur memastikan seluruh sarana dan infrastruktur pelaksanaan TKA telah siap. Sistem ujian akan menggunakan komputer, seperti halnya Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK).
“Validasi perangkat dan jaringan sudah rampung. Kami memastikan setiap sekolah pelaksana siap menyelenggarakan ujian dengan sistem digital yang aman dan akurat,” terang pejabat Dinas Pendidikan Jatim tersebut.
Selain jenjang SLTA, pemerintah juga berencana menerapkan TKA untuk jenjang SD dan SMP pada Maret 2026. Langkah ini dilakukan secara bertahap agar seluruh satuan pendidikan dapat beradaptasi dengan sistem asesmen baru.
Khofifah berharap pelaksanaan TKA di Jawa Timur dapat berjalan lancar dan menjadi percontohan nasional dalam asesmen berbasis kompetensi. “Kami ingin Jawa Timur menjadi pelopor pendidikan yang adaptif, berintegritas, dan berdaya saing menuju generasi emas Indonesia 2045,” pungkasnya. [ada/beq]






