Surabaya (beritajatim.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda memprediksi sejumlah wilayah di Jawa Timur, termasuk Kabupaten Madiun, Kota Madiun, dan Pacitan akan diguyur hujan ringan pada Selasa, 28 Oktober 2025.
Prakirawan BMKG Juanda, Oky Sukma Hakim, S.Tr., mengatakan bahwa kondisi cuaca di ketiga wilayah tersebut relatif stabil namun tetap berpotensi hujan di pagi hari.
“Secara umum, wilayah Madiun dan Pacitan akan mengalami hujan ringan pada pagi hari, lalu berawan hingga malam. Cuaca tergolong stabil, namun masyarakat tetap perlu waspada terhadap perubahan mendadak,” ujar Oky Sukma Hakim dalam keterangannya.
Untuk Kota Madiun, hujan ringan diperkirakan turun sejak pukul 06.00 WIB. Setelah itu, langit akan berubah menjadi berawan mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB. Cuaca sempat cerah berawan pada sore hari pukul 15.00 WIB, namun menjelang malam kembali berawan hingga udara kabur pada pukul 21.00 WIB.
Udara kabur sendiri merupakan kondisi ketika jarak pandang menurun akibat partikel halus seperti debu, asap, atau uap air yang menggantung di atmosfer, namun belum tergolong kabut tebal. Kondisi ini bisa menyebabkan pandangan sedikit buram terutama di malam hari.
Suhu udara di Kota Madiun berkisar antara 23 hingga 29 derajat Celcius, dengan kecepatan angin dari arah utara sekitar 7,4 km/jam dan kelembapan 73–98 persen.
Sementara itu, Kabupaten Madiun juga diprediksi mengalami cuaca serupa. Hujan ringan akan turun pada pukul 06.00 WIB, kemudian langit berawan sepanjang hari mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WIB.
Suhu udara di wilayah ini berada di kisaran 22–28 derajat Celcius, dengan angin bertiup dari barat sekitar 9,3 km/jam dan kelembapan udara mencapai 75–98 persen.
Menurut Oky, kondisi ini menunjukkan bahwa wilayah Madiun sedang berada dalam masa transisi menuju musim hujan.
“Hujan yang turun masih bersifat lokal dan sesaat, namun ini menjadi tanda bahwa awan-awan konvektif mulai aktif terbentuk di wilayah tersebut,” ujarnya.
Berbeda sedikit, Pacitan juga diperkirakan diguyur hujan ringan di pagi hari pada pukul 06.00 WIB, kemudian berawan hingga siang hari pukul 12.00 WIB. Menjelang sore, udara di wilayah ini akan cenderung kabur hingga pukul 18.00 WIB, lalu kembali berawan pada malam hari sekitar pukul 21.00 WIB.
Suhu udara di Pacitan berkisar antara 21 hingga 25 derajat Celcius, dengan kecepatan angin dari arah utara sekitar 5,2 km/jam dan kelembapan mencapai 88–99 persen. BMKG Juanda mengimbau masyarakat untuk tetap memperhatikan kondisi cuaca sebelum beraktivitas.
“Bawa payung atau jas hujan di pagi hari, terutama bagi yang berangkat kerja atau sekolah. Hujan ringan bisa datang tiba-tiba,” tutup Oky Sukma Hakim.
Dengan kondisi cuaca yang lembap dan potensi udara kabur di malam hari, masyarakat juga diingatkan untuk berhati-hati saat berkendara karena jarak pandang bisa menurun. Tetap waspada dan jaga kesehatan agar aktivitas harian tetap lancar. [mnd/suf]






