Pacitan (beritajatim.com) – Sejak program Makan Bergizi Gratis (MBG) digulirkan hingga ke tingkat kecamatan dan desa di Kabupaten Pacitan, sejumlah pedagang daging ayam potong di pasar tradisional mulai merasakan dampaknya. Penjualan daging ayam mengalami penurunan cukup signifikan, terutama di kalangan tengkulak dan pedagang kecil.
Di Pasar Arjosari, misalnya, sejumlah pedagang daging ayam potong mengaku dagangannya kini menumpuk lantaran sepi pembeli. Para pembeli yang biasanya didominasi ibu rumah tangga kini jarang terlihat. Kondisi ini disebut mulai terjadi sejak program MBG berjalan di sekolah-sekolah wilayah Kecamatan Arjosari.
“Biasanya banyak ibu-ibu beli ayam buat lauk anaknya. Tapi sekarang anaknya sudah dapat makan di sekolah, jadi jarang beli,” ungkap Maskur, salah satu penjual daging ayam di Pasar Arjosari, ditulis Minggu (26/10/2025).
Dari sisi harga pun semakin naik, mencapai 40 ribu rupiah per kilogramnya. Para pedagang berharap, pihak pengelola dapur MBG tidak hanya membeli daging ayam dari satu pemasok saja, melainkan dilakukan secara bergiliran agar seluruh pedagang bisa merasakan dampak positif program tersebut.
Selain penurunan penjualan, program MBG juga disebut berimbas pada kenaikan harga ayam potong di pasaran. Sudah tiga bulan terakhir harga daging ayam di Pacitan cenderung naik, sehingga daya beli masyarakat menurun dan sebagian pedagang kesulitan menjual dagangannya.
“Pemerintah mampu beli ayam meski mahal untuk program MBG, tapi masyarakat biasa tidak. Akibatnya pasar jadi sepi,” keluhnya. (tri/but)






