Tuban (beritajatim.com) – Kisah inspiratif datang dari Aksin, seorang pemerhati lingkungan yang berhasil memulihkan sumber mata air di Desa Pekuwon, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban.
Perjuangannya dimulai sejak 1998, ketika kawasan Gunung Bawang berubah menjadi tandus akibat penebangan liar yang masif.
“Hampir semua pohon di Gunung Bawang ditebang dan dijual warga. Akibatnya, gunung menjadi gersang dan sumber mata air mengering,” kenang Aksin, Sabtu (25/10/2025).
Tahun 2008 menjadi titik balik. Saat itu, pemerintah pusat menggulirkan program pengembalian lahan kritis. Sebagai pemuda aktif di Karang Taruna, Aksin tergerak untuk ikut menanam pohon.
Sejak saat itu, pria berusia 54 tahun ini konsisten melakukan penghijauan di lahan seluas satu hektare, dibantu warga yang menyiapkan 250 lubang tanam.
Butuh waktu 26 tahun hingga upayanya berbuah hasil. Kini, berkat pohon-pohon yang ditanam sejak lama, sumber mata air di goa kecil Desa Pekuwon kembali mengalir deras. Air bersih itu kini menghidupi sekitar 1.200 kepala keluarga melalui jaringan pipa yang dialirkan langsung ke rumah warga.
“Air bersih ini mengalir hingga rumah-rumah. Sisanya ditampung menjadi danau kecil yang kami sebut Danau Ngerong Pekuwon,” jelas Aksin.
Aksin menuturkan, di masa lalu, Danau Ngerong bahkan sempat kering total hingga menjadi lapangan sepak bola. “Dulu saya sering bermain di atas pohon dan mandi di sumber air. Tapi ketika hutan ditebang, semuanya hilang. Sangat memprihatinkan,” ujarnya.
Berbekal semangat itu, Aksin mengajak warga sekitar menanam kembali di kawasan Dusun Randu Pagir, lokasi utama mata air. “Awalnya sulit. Banyak bibit yang mati, sebagian warga menolak. Tapi saya tidak menyerah,” katanya.
Keteguhan itu membuahkan hasil. Sejak 2018, sumber air kembali mengalir. Kini, sebagai Kepala Desa Pekuwon, Aksin bahkan mengalihkan lahan milik keluarganya menjadi aset desa demi menjaga kelestarian sumber air. “Harapan saya, Gunung Bawang bisa lebat kembali,” ucapnya.
Perjuangan Aksin juga mendapat dukungan dari ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), operator Blok Cepu yang menyalurkan pipa minyak melewati desa tersebut. “Komitmen EMCL sangat bagus. Kami terbantu dengan dukungan mereka,” ujar Aksin.
EMCL turut membantu infrastruktur pendukung serta program penyadaran lingkungan bagi warga sekitar. “Banyak pohon yang kami tanam juga bantuan dari EMCL. Kami berharap semakin banyak pihak yang ikut menjaga lingkungan,” pungkasnya. (dya/kun)






