Madiun (beritajatim.com) – Puluhan ayam milik warga di Desa Bantengan, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, dilaporkan mati mendadak dalam beberapa hari terakhir. Fenomena ini membuat warga resah dan waspada akan kemungkinan penyebaran penyakit unggas di wilayah tersebut.
Salah satu peternak, Agik Saputra Wijaya (29), mengungkapkan bahwa kematian ayam-ayamnya mulai terjadi sejak tiga hari lalu. Awalnya hanya satu atau dua ekor yang ditemukan mati, namun jumlahnya terus meningkat setiap harinya.
“Awalnya cuma satu dua ekor, tapi hari ini sudah belasan. Kalau ditotal, sekitar 20-an ayam mati,” ujar Agik saat ditemui, Jumat (24/10/2025).
Menurut Agik, ayam-ayam yang sakit menunjukkan gejala lemas, pucat, dan tidak aktif seperti biasanya. Beberapa di antaranya tampak menyendiri di sudut kandang sebelum akhirnya mati. “Biasanya ayamnya lincah, tapi ini malah diam dan kelihatan lemah. Besoknya sudah mati,” jelasnya.
Sebagai langkah pencegahan, Agik memutuskan untuk menyembelih sebagian ayam yang menunjukkan gejala serupa. “Daripada menyebar ke semua ayam, sebagian kami potong saja. Biar aman,” tambahnya.
Dari data sementara, sekitar 23–25 ekor ayam dilaporkan mati, sementara lebih dari 10 ekor lainnya telah dipotong sebagai langkah antisipasi. Agik berencana memberikan tambahan vitamin dan vaksin guna meningkatkan daya tahan ayam yang tersisa.
“Kami kasih vitamin dan vaksin supaya ayam yang sehat tidak ikut tertular,” pungkasnya.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Madiun terkait penyebab kematian mendadak tersebut. Warga berharap pemerintah segera melakukan pemeriksaan lapangan agar penyebaran penyakit dapat dicegah dan kerugian tidak semakin besar. [rbr/beq]






