Surabaya (beritajatim.com) – Bisnis jual foto melalui aplikasi kini menjadi salah satu tren yang banyak dicari pelari di seluruh wilayah, termasuk Jawa Timur. Beragam olahraga seperti lari, tenis, hingga padel memanfaatkan platform digital untuk mengabadikan momen mereka.
Menurut Rizki Amaliyah, seorang penghobi lari asal Lamongan, ia rutin menggunakan aplikasi Fotoyu, yang saat ini populer di Google Play, untuk menebus fotonya.
Kiki, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa ia tidak hanya membeli foto saat berlari bersama komunitas di Lamongan, tetapi juga ketika mengikuti kegiatan lari di kota-kota besar seperti Surabaya hingga Yogyakarta. Aplikasi ini memudahkan pengguna mencari fotonya dengan memilih lokasi lari, lalu muncul berbagai jepretan fotografer di area tersebut.
“Iya, terkadang saya membutuhkan aplikasi ini untuk mencari konten foto saya. Jadi, kalau dulu istilahnya kita jajan bakso, sekarang jajannya adalah foto lari karena momen lari memang harus diabadikan, apalagi jika ada progres dari lari tersebut,” ungkap Kiki, guru di salah satu sekolah di Lamongan, kepada Beritajatim.com, Kamis (23/10/2025), di kawasan Jalan Tunjungan Surabaya.
Harga foto bervariasi tergantung kebutuhan dan lokasi. Di Lamongan, satu foto bisa ditebus sekitar Rp20 ribu. “Kalau tebus foto lewat aplikasi ini tergantung kebutuhan dan budget, karena harga mahal karena kualitasnya bagus. Saya tahu untuk menghasilkan satu foto, fotografer harus punya kamera yang proper,” tambah Kiki.
Hal serupa dialami Alhazmi, warga Surabaya Timur, yang rutin membeli foto lewat Fotoyu. Dalam satu minggu, ia bisa menebus lebih dari enam foto di berbagai lokasi seperti Jalan Tunjungan, Lapangan Thor, hingga Perumahan Kahuripan, Sidoarjo.
Harga pun berbeda di setiap kota, tergantung kualitas dan lokasi. Di Surabaya, satu foto seharga Rp25 ribu, sementara di Sidoarjo bisa mencapai Rp35 ribu. Alhazmi juga pernah membeli foto di Yogyakarta dengan harga Rp35 ribu hingga Rp40 ribu, terutama di Malioboro. Di Jakarta, harga foto bisa mencapai Rp50 ribu hingga Rp100 ribu, tergantung kebutuhan konten atau lomba lari yang diikuti.
Keberadaan fotografer olahraga lepas saat ini semakin diminati para pemburu konten olahraga. Tidak hanya untuk foto, mereka juga menyediakan jasa pembuatan video slow motion, memperkaya dokumentasi aktivitas olahraga para pelari. [way/beq]






