Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Airlangga (Unair) mengukuhkan empat guru besar baru dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) di Aula Garuda Mukti, Kampus MERR-C, Rabu (22/10/2025).
Rektor Unair, Prof. Muhammad Madyan menegaskan, gelar profesor bukan sekadar pencapaian individu. Namun, ini amanah besar untuk terus berkarya, berkolaborasi, dan menjaga moralitas di tengah kemajuan ilmu pengetahuan.
“Jabatan guru besar bukan hanya pencapaian individu. Tetapi juga simbol pengakuan terhadap kompetensi akademik dan tanggung jawab untuk terus berkarya,” ujar Madyan.
Madyan secara khusus mendorong empat guru besar baru ini menjadi motor penggerak kolaborasi. Baik lintas disiplin maupun dengan mitra internasional. Tujuannya jelas, menghasilkan riset dan karya ilmiah yang lebih berdampak.
“Semoga pencapaian ini menginspirasi para akademisi lain untuk segera menyusul menjadi guru besar. Dengan bertambahnya jumlah guru besar, Unair akan semakin diakui sebagai salah satu universitas terbaik dunia,” tegasnya.
Di tengah pesatnya transformasi digital, Madyan menyoroti potensi artificial intelligence (AI) sebagai mitra kolaboratif. Namun, ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dengan nurani dan etika kemanusiaan.
“SDM yang unggul bukan hanya diukur dari kecerdasan intelektualnya. Tetapi juga dari keunggulan moral dan kemanusiaannya,” kata Madyan.
Ia berpesan agar para guru besar baru menjunjung tinggi semangat Excellence with Morality. “Marilah kita bersama-sama menjadikan Universitas Airlangga sebagai pusat ilmu pengetahuan yang tidak hanya cemerlang dalam inovasi, tetapi juga menjadi teladan dalam integritas, kebijaksanaan, dan kemanusiaan,” pungkasnya.
Empat guru besar baru dari FEB yang dikukuhkan adalah Prof. Ahmad Rizki Sridadi (Ilmu Manajemen Sumber Daya Manusia), Prof. Ardianto (Ilmu Akuntansi Keperilakuan dan Kinerja), Prof. Zaenal Fanani (Ilmu Akuntansi Keuangan dan Pasar Modal), dan Prof. Hamidah (Ilmu Akuntansi Keuangan, Pelaporan Keuangan, dan Standar Keuangan). [ipl/suf]






