Bojonegoro (beritajatim.com) – Puluhan warga Dusun Rejoso, Desa Miyono, Kecamatan Sekar, Kabupaten Bojonegoro, mendatangi Balai Desa Miyono pada Selasa (21/10/2025) untuk menuntut kejelasan terkait proyek pembangunan jalan yang belum terealisasi. Aksi berlangsung dengan tensi tinggi hingga memaksa aparat desa dan kecamatan turun tangan untuk menenangkan situasi.
Penjabat Kepala Desa Miyono, Aryo Hardanto, bersama Camat Sekar, Sahlan, terlihat kewalahan menghadapi desakan warga yang menuntut perbaikan segera jalan rusak di wilayah mereka. Untuk menjaga ketertiban, aparat dari Polsek dan Koramil Sekar turut berjaga di lokasi.
Kepala Dusun Rejoso, Sani, menyebut bahwa warga sudah lama mengusulkan pembangunan jalan tersebut. “Usulan pembangunan sudah kami ajukan sejak tahun lalu. Katanya akan dilaksanakan tahun ini, tapi belum ada tanda-tanda dimulai,” ujarnya, Rabu (22/10/2025).
Kekecewaan warga semakin memuncak setelah beredar kabar bahwa proyek jalan tahun ini justru dialokasikan ke Dusun Krajan, yang juga berada di Desa Miyono. “Masyarakat merasa proyek yang seharusnya untuk Rejoso malah dialihkan ke Krajan,” tambah Sani.
Situasi sempat memanas ketika Camat Sekar, Sahlan, mencoba memberikan penjelasan kepada warga. Ia menyampaikan bahwa proyek pembangunan jalan di Rejoso belum bisa dilaksanakan karena masih menunggu proses perencanaan ulang dari pemerintah kabupaten.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang (DPUBMPR) Bojonegoro, Chusaivi Ivan Rachmanto, menjelaskan bahwa permasalahan ini muncul akibat miskomunikasi dalam pengajuan proposal.
“Proposal yang masuk ke Pemkab memang untuk Dusun Krajan, jadi pelaksanaan mengikuti dokumen yang diterima,” jelas Ivan.
Ivan menegaskan bahwa pelaksanaan proyek harus mengacu pada dokumen pengajuan awal agar tidak menimbulkan pelanggaran administrasi. “Kami minta agar lokasi pembangunan disesuaikan dengan dokumen pengajuan awal,” tegasnya.
Sebagai informasi, proyek pembangunan jalan di Dusun Krajan dijadwalkan mulai dikerjakan tahun 2025 dengan total anggaran sebesar Rp1,7 miliar yang bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD). Jalan tersebut direncanakan memiliki panjang 1,3 kilometer dengan lebar 3 meter. [lus/beq]






