Surabaya (beritajatim.com) – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 22 Oktober 2025, Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama sejumlah elemen pesantren menggelar Tabligh Akbar dan Jatim Bersholawat di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu malam. Untuk mendukung kelancaran kegiatan tersebut, Satuan Lalu Lintas Polrestabes Surabaya menerapkan rekayasa dan pengalihan arus di sejumlah ruas jalan utama di sekitar lokasi acara.
Kasat Lantas Polrestabes Surabaya AKBP Galih Bayu Raditya menyampaikan, penutupan jalan akan dilakukan di depan Gedung Grahadi mulai pukul 18.00 WIB hingga acara selesai. Langkah ini diambil untuk memastikan keamanan dan kenyamanan peserta serta mengantisipasi kepadatan kendaraan di pusat kota.
“Mohon maaf warga Surabaya, lalu lintas menuju Jalan Gubernur Suryo kami alihkan ke beberapa titik,” kata Galih Bayu Raditya, Rabu (22/10/2025).
Adapun pola pengalihan arus lalu lintas yang diterapkan antara lain:
- Arus lalu lintas kendaraan dari Jalan Ngemplak dan Jalan Ketabang Kali menuju Jalan Gubernur Suryo dialihkan ke Jalan Genteng Kali.
- Kendaraan dari Jalan Tunjungan menuju Jalan Gubernur Suryo dialihkan ke Jalan Embong Malang.
- Lalu lintas dari Jalan Basuki Rahmat menuju Jalan Gubernur Suryo dari Simpang Pojok diluruskan ke Jalan Embong Malang.
- Lalu lintas dari Jalan Basuki Rahmat menuju Jalan Gubernur Suryo via Jalan Embong Wungu juga diluruskan ke Jalan Embong Malang.
Selain itu, apabila jumlah jemaah hadir sesuai estimasi besar, pengalihan arus akan diperluas dengan pola tambahan sebagai berikut:
- Kendaraan dari Jalan Gemblongan menuju Jalan Tunjungan dialihkan ke Jalan Genteng Kali dan Jalan Praban.
- Lalu lintas dari Jalan Pemuda menuju Jalan Genteng Kali, Jalan Tunjungan, Jalan Ngemplak, dan Jalan Yos Sudarso dialihkan ke Jalan Panglima Sudirman.
- Arus kendaraan dari Jalan Blauran menuju Jalan Tunjungan diteruskan ke ruas Jalan Bubutan.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang tidak berkepentingan di sekitar Gedung Grahadi untuk menghindari kawasan tersebut dan memilih jalur alternatif. Sejumlah petugas juga akan ditempatkan di titik-titik strategis untuk mengatur lalu lintas dan membantu masyarakat yang membutuhkan informasi arah jalan. [rma/beq]






