Lamongan (beritajatim.com) – Persela Lamongan dipastikan tampil pincang, saat menjamu PSS Sleman dalam lanjutan kompetisi Championship 2025/2026, akhir pekan ini.
Sebab, sang kreator serangan sekaligus pencetak gol terbanyak untuk Laskar Joko Tingkir, Jonathan Bustos, harus menjalani sanksi larangan bermain akibat akumulasi kartu kuning.
Absennya Bustos menjadi kerugian besar buat Persela. Sebab gelandang berpaspor Argentina itu kerap menjadi pemecah kebuntuan, sekaligus penentu kemenangan Persela.
Termasuk saat Persela menaklukkan tuan rumah Barito Putera pekan lalu. Sepakan kerasnya dari luar kotak penalti, mengantarkan Persela sebagai tim yang mematahkan rekor sempurna Laskar Antasari.
Selain Bustos, Persela juga tidak bisa menurunkan Esteban Vizcarra. Pemain naturalisasi asal Argentina itu juga terkena sanksi larangan bermain. Viscarra kedapatan memukul pemain Barito Putera, sehingga mendapatkan kartu kuning kedua dan diusir keluar lapangan.
Kehilangan dua pemain penting, membuat karteker pelatih Persela Lamongan, Ragil Sudirman harus menyiapkan pemain alternatif untuk laga kandang kontra PSS Sleman.
Terlebih tamu yang akan dijamu bukan tim sembarangan. Elang Jawa, julukan PSS, merupakan tim terkuat di Grup 2, yang saat ini memuncaki klasemen sementara dengan catatan sempurna hingga pekan keenam Championship.
“Untuk persiapan lawan Sleman, kita gak ada Esteban (Viscarra) sama Bustos, tapi kita maisih ada pemain lain,” kata Ragil, usai memimpin latihan di Stadion Surajaya, Selasa (21/10/2025).
Ragil memiliki kedalaman yang cukup baik untuk lini tengah. Di sana masih ada sejumlah nama yang tak kalah berkualitas, seperti Hendro Siswanto, Hambali Tolib, Ocvian Chanigio hingga gelandang muda Naufal Ahnaf.
“Nanti kita lihat siapa yang siap. Kita lihat 2 hari ini,” ujarnya.
Laga Persela Lamongan kontra PSS Sleman akan digelar pada Sabtu 25 Oktober, di Stadion Surajaya Lamongan, mulai pukul 15.30 WIB. (fak/ian)






