Gresik (beritajatim.com) – Kisah inspiratif datang dari seorang pemuda asal Gresik, Jawa Timur, yang berhasil menembus perusahaan otomotif ternama asal Amerika Serikat Tesla di Kota Berlin Jerman. Evan Haydar (28) alumni SMA Negeri 1 Manyar serta lulusan International Business dari Hochschule für Technik und Wirtschaft Berlin (HTW Berlin) tak menyangka kini bekerja dibagian Human Resources (HR) Tesla.
Perjalanan Evan panggilan akrabnya tidaklah mudah. Dirinya sebelumnya bekerja di perusahaan konsulting.
Kemudian mencoba mendaftar di perusahaan Tesla saat kontrak kerjanya di perusahaan lama tidak jelas.
“Awalnya iseng daftar kerja waktu lagi di cafe ada lowongan di Tesla, lalu mengirim surat lamaran kerja di 5 perusahaan. Salah satunya Tesla, alhmdulillah ada panggilan dites lalu diterima kerja,” ujarnya kepada beritajatim.com, Selasa (21/10/2025).
Sebelum memutuskan ambil studi di Jerman. Evan mencari banyak referensi mengenai kuliah gratis di negara tersebut. Usai lulus SMA tahun 2015, dirinya bertekad menuntut ilmu diluar negeri sambil kursus Bahasa Jerman di Surabaya.
Orang tua Evan sangat mendukung keputusannya ini. Di Jerman, dirinya bekerja serabutan sambil kuliah. Hal ini dilakukan supaya mandiri dan tidak menggantungkan biaya hidup dari orang tua.
“Karena ingin mandiri, saya tidak mau membebani keluarga. Di Berlin saya kerja serabutan jaga toko kerja di restoran paruh waktu buat kebutuhan makan sehari-hari,” ungkapnya.
Anak pertama dari tiga bersaudara ini, sebelum menjadi bagian di perusahaan Tesla Jerman. Hampir 10 tahun berada negeri orang. Dari berbagai pengalaman yang pernah dijalani. Tidak menyurutkan Evan mencari yang terbaik.
“Di perusahaan Tesla hanya 10 orang asal Indonesia. Tapi saya lebih beruntung ditempatkan di bagian HR yang bertugas mengurusi karyawan,” urainya.
Perjalanan inspiratif Evan bisa menjadi contoh pemuda lainnya. Lahir di Kota Gresik bisa menjadi bagian di perusahaan global saat keputusan rapat. Kerja keras serta dukungan keluarga mengantar dirinya di panggung internasional.
Evan kini telah menjadi bagian penting di perusahaan Tesla. Meski berbaur dengan banyak mayoritas orang Jerman. Sebagai orang timur yang memegang budaya. Pemuda asal Gresik ini mengaku tak pernah dibedakan. Sebaliknya rekan-rekannya di perusahaan otomotif ternama ini menjunjung tinggi toleransi keberagaman.
“Rasa kangen atau home sick tetap ada. Saya tetap cinta tanah air meski sudah lama hidup di Jerman,” tutupnya. [dny/ian]






