Surabaya (beritajatim.com) – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (Unair) bergerak aktif memperkuat ketahanan remaja di wilayah asal Pekerja Migran Indonesia (PMI) untuk menekan angka pernikahan dini.
Melalui Program Pengabdian Masyarakat (Pengmas), FISIP Unair menyasar remaja di Desa Purwodadi, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang.
Kegiatan ini berfokus pada peningkatan kesadaran dan kapasitas remaja, terutama anak-anak PMI, agar memilih pendidikan dan pengembangan diri sebagai jalan masa depan, bukan pernikahan di usia muda.
Dosen Departemen Komunikasi FISIP Unair, Irfan Wahyudi, Ph.D., mengungkapkan bahwa pernikahan dini di kalangan remaja anak PMI dipicu oleh berbagai faktor, termasuk tekanan ekonomi, rasa sepi akibat perpisahan dengan orang tua, serta pengaruh lingkungan dan media sosial.
“Pernikahan adalah keputusan besar dan serius. Selagi masih muda, remaja harus berani bermimpi dan percaya pada potensi diri. Jangan biarkan masa depan terhenti karena keputusan yang terburu-buru,” tegas Irfan, Selasa (21/10/2025).
Senada dengan itu, dosen Hubungan Internasional FISIP Unair, Agastya Wardhana, M.Hub.Int., menekankan pendidikan sebagai kunci memutus rantai kemiskinan dan meraih masa depan yang lebih luas, terutama bagi anak-anak pekerja migran.
“Anak-anak harus punya mimpi. Jika menikah terlalu cepat, mimpi itu berisiko hilang. Pendidikan adalah cara mengembangkan potensi diri dan membuka peluang global,” ujar Agastya.
Ketua Forum Peduli Anak Donomulyo, Miut, S.E., menyambut baik inisiatif tersebut, menekankan bahwa investasi pendidikan bagi remaja pedesaan adalah hal mendesak.
“Anak-anak ini adalah calon generasi emas bangsa. Mereka harus dijaga dan diberikan ruang untuk berkembang agar tidak terjerumus ke pernikahan dini yang menghambat masa depan,” katanya.
Kegiatan yang ditutup dengan diskusi interaktif antara akademisi, remaja, dan tokoh masyarakat ini diharapkan menjadi langkah nyata FISIP Unair dalam implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk membangun ketahanan sosial dan memperkuat fondasi pendidikan berkelanjutan di wilayah asal PMI. [ipl/aje]






