Surabaya (beritajatim.com) – Warga Madiun dan sekitarnya diimbau untuk mempersiapkan diri menghadapi perubahan cuaca pada Selasa, 21 Oktober 2025. Berdasarkan laporan prakirawan BMKG Juanda, Oky Sukma Hakim, S.Tr., hujan diprediksi akan turun di sejumlah wilayah sejak pagi hari.
“Masyarakat diharapkan tetap waspada, terutama pada pagi hingga siang hari, karena ada potensi hujan ringan hingga sedang di beberapa daerah,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (20/10).
Aktivitas warga di Kota Madiun pada pagi hari diperkirakan akan diiringi hujan dengan intensitas sedang sekitar pukul 06.00 WIB. Cuaca kemudian berubah menjadi berawan mulai pukul 09.00 WIB hingga malam hari.
Suhu udara di wilayah ini berkisar antara 24 hingga 33 derajat Celcius, dengan kecepatan angin dari utara mencapai 8 km/jam. Kelembapan udara sendiri tercatat cukup tinggi, yakni antara 58 hingga 99 persen.
Di wilayah Kabupaten Madiun, cuaca tak jauh berbeda. Hujan ringan diperkirakan akan turun sekitar pukul 06.00 WIB, sebelum langit berubah menjadi berawan mulai pukul 09.00 WIB hingga malam hari.
Suhu udara di daerah ini berkisar antara 23 hingga 31 derajat Celcius, dengan kecepatan angin sekitar 8,9 km/jam dari arah barat. Tingkat kelembapan udara mencapai 59 sampai 97 persen.
“Bagi masyarakat yang beraktivitas di area pertanian atau berkendara di jalan licin, harap berhati-hati karena curah hujan meski ringan tetap berisiko menyebabkan jalanan basah,” ungkap Oky.
Sementara itu, kondisi cuaca di Pacitan diprediksi lebih dinamis. Hujan ringan akan turun pada pukul 06.00 WIB, diikuti cuaca berawan pukul 09.00 WIB. Menjelang siang, sekitar pukul 12.00 WIB, udara diperkirakan akan kabur sebelum kembali berawan pada sore hari.
Malam harinya, pukul 18.00 hingga 21.00 WIB, Pacitan kembali mengalami udara kabur. Suhu udara berkisar antara 21 hingga 26 derajat Celcius, dengan kecepatan angin dari barat laut sekitar 8,8 km/jam.
“Kondisi udara kabur biasanya disebabkan kelembapan tinggi, jadi jarak pandang bisa berkurang. Pengendara diharapkan lebih waspada,” tutur Oky.
BMKG juga mengingatkan bahwa cuaca lembap dengan potensi hujan dapat memengaruhi aktivitas harian masyarakat. Dengan cuaca yang cenderung tidak menentu, warga Madiun dan Pacitan disarankan untuk membawa perlengkapan hujan serta menjaga kesehatan agar tetap fit selama beraktivitas. (mnd/kun)






