Malang (beritajatim.com) – Politeknik Negeri Malang (Polinema) baru saja mengukuhkan 1.073 lulusan pada Wisuda ke-71, Sabtu (18/10/2025). Dari total lulusan tersebut, 698 di antaranya berhasil meraih predikat Cumlaude.
Di antara ratusan peraih predikat Cumlaude, terselip kisah inspiratif dari wisudawan terbaik yang tidak hanya unggul secara akademik, namun juga sukses menjadi pemecah masalah melalui karya akhir mereka.
Sesuai dengan arahan Direktur Polinema, Ir. Supriyatna Adisuwignjo, ST., MT., yang berharap lulusan menjadi agen perubahan, empat wisudawan ini membuktikannya dengan inovasi yang berdampak langsung pada masyarakat dan industri, mulai dari teknologi AI untuk pendidikan, Blockchain untuk koperasi, hingga digitalisasi BUMDes.
Salah satu prestasi membanggakan diraih oleh Salies Apriliyanto dari program Magister Terapan (S2) Rekayasa Teknologi Informasi. Wisudawan asal Surabaya ini lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 4.00 sempurna.
Di bawah bimbingan Yan Watequlis Syaifudin, S.T., M.MT., Ph.D., Salies mengangkat thesis berjudul “Penerapan Teknologi Blockchain untuk Implementasi Smart Contract dan Smart Ledger pada Managemen Investasi Koperasi Produksi”.
Penelitiannya menjawab masalah klasik koperasi, yakni kurangnya transparansi dan risiko penipuan modal. Ia merancang sistem manajemen investasi berbasis Blockchain, menggunakan Smart Contract (Solidity) dan Smart Ledger (Hyperledger Besu).
Hasilnya, sistem ini sukses meningkatkan transparansi, efisiensi pengelolaan dana, serta meminimalkan risiko fraud berkat pencatatan transaksi yang permanen dan terdesentralisasi.
“Belajarlah dengan tekun dan teratur, hadapi setiap tantangan dengan kesabaran,” ujar Salies yang bercita-cita menjadi pengusaha kepada beritajatim.com, Senin (20/10/2025).

Dari jenjang Sarjana Terapan (D4), Nadhifah Ramadhanti Azzahra dari Prodi Bahasa Inggris untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional lulus dengan IPK 3.98.
Nadhifah melihat rendahnya motivasi belajar siswa SDN Wringinsongo 2, Tumpang, akibat metode ajar konvensional. Ia pun mengembangkan “Developing AI-Generated Animated Educational Narratives to Enhance English Learning for Elementary Students” sebagai thesisnya.
Produknya adalah aplikasi Animated Folktales, sebuah media interaktif berisi delapan cerita animasi yang dihasilkan AI, lengkap dengan audio, subtitle dua bahasa, dan latihan interaktif.
“Hasilnya menunjukkan peningkatan motivasi, partisipasi, dan pemahaman kosakata siswa,” ungkap Nadhifah. Tips belajarnya adalah mengenali learning style pribadi dan disiplin menggunakan Pomodoro Technique untuk fokus.
Inovasi untuk masyarakat desa datang dari Nabilla Lailatuz Zaidah, wisudawan Fast Track S2 Magister Terapan Sistem Informasi Akuntansi dengan IPK 3.96.
Ia menemukan bahwa BUMDes Pulotondo di Tulungagung kesulitan menyusun laporan keuangan karena keterbatasan pemahaman akuntansi. Nabilla merancang sistem “SIKEU-BUMDes”.
Sistem informasi akuntansi berbasis website ini berhasil memangkas drastis waktu penyusunan laporan keuangan. “Dari yang awalnya membutuhkan 180 menit (3 jam), kini berhasil dipangkas menjadi hanya 25 menit,” jelasnya.
Sistem ini mendapat nilai kelayakan tinggi, yakni 92,73% dari pengguna (BUMDes). “Pendekatan belajar saya lebih menekankan pada pemahaman konsep, bukan sekadar menghafal,” kata Nabilla.
Dari jenjang Diploma III, Varel Vianeda Arifianti (Prodi Teknologi Pertambangan, IPK 3.90) membawa solusi nyata bagi industri.
Penelitiannya di PT Kalimantan Prima Persada Jobsite RANT menemukan perusahaan kehilangan pendapatan 3,7 Miliar Rupiah pada Agustus 2024 karena target produksi tidak tercapai akibat kondisi jalan tambang yang buruk.
Melalui Tugas Akhirnya, Varel melakukan optimasi jalan tambang, khususnya Jalan Ambalat. Setelah perbaikan jalan diimplementasikan berdasarkan analisisnya, hasil luar biasa didapat.
“Produksi meningkat sebesar 7%, dari yang sebelumnya hanya 98% target, menjadi 104% dari target pada November-Desember 2024,” papar Varel. Inovasinya terbukti langsung meningkatkan produksi dan mengatasi kerugian perusahaan. (dan/but)






