Ponorogo (beritajatim.com) – Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Ponorogo mendorong para guru agar terus mengembangkan inovasi pembelajaran.
Hal itu seiring datangnya bantuan smart digital screen dari Pemerintah Pusat. Perangkat pintar berlayar 75 inci itu, bakal dibagikan ke ratusan sekolah di Ponorogo pada tahun 2025 ini.
Kepala Dindik Ponorogo, Nurhadi Hanuri, mengatakan bahwa langkah ini, merupakan upaya konkret untuk menghadirkan suasana belajar yang lebih menarik dan interaktif di ruang kelas. Dengan begitu, anak-anak bisa tambah semangat untuk belajar.
“Dengan adanya smart digital screen dari Pemerintah Pusat ini, kami berharap guru bisa mengembangkan inovasi pembelajaran yang lebih menarik dan menyenangkan bagi siswa,” kata Nurhadi, ditulis Sabtu (18/10/2025).
Nurhadi menjelaskan, sedikitnya sudah ada 400 lembaga pendidikan di Ponorogo, yang menerima distribusi bantuan perangkat digital tersebut. Sekolah penerima tersebar mulai dari tingkat taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah menengah pertama (SMP).
“Sekitar 400 lembaga pendidikan sedang berproses memperoleh bantuan smart digital screen ini. Jumlah itu bisa saja bertambah,” terangnya.
Setiap sekolah, lanjut Nurhadi, akan memperoleh satu unit smart digital screen. Program ini merupakan bagian dari kebijakan nasional Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat transformasi digital dalam dunia pendidikan.
Meski begitu, Nurhadi menegaskan bahwa perangkat pintar tersebut tidak boleh digunakan sembarangan. Setiap unit memiliki sistem keamanan dengan kata sandi (password) khusus yang hanya dapat diakses oleh pihak berwenang.
“Smart digital screen ini tidak bisa digunakan sembarangan karena ada password atau pengamanan khusus,” pungkasnya.
Kehadiran smart digital screen diharapkan mampu memperkaya metode pembelajaran di sekolah. Guru dapat menampilkan materi pelajaran dalam bentuk video, animasi, atau simulasi interaktif yang membuat siswa lebih mudah memahami pelajaran.
“Dengan alat ini, sangat menunjang dalam pembelajaran. Kita bisa berinovasi, sehingga pembelajaran kepada siswa lebih menarik,” kata Indah Puspitasari, salah satu guru SD di Kecamatan Sampung. (end/ted)






