Madiun (beritajatim.com) – Sebelum pemerintah pusat resmi menggulirkan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Harapan Insan di Kelurahan Pandean, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, ternyata sudah lebih dulu menerapkan program makan siang bergizi untuk seluruh siswanya.
Program ini telah berjalan konsisten selama 17 tahun dan menjadi salah satu ciri khas sistem full day school di sekolah tersebut.
Setiap hari, pihak sekolah menyiapkan sekitar 500 porsi makanan yang dimasak langsung oleh tim dapur internal sekolah.
Menu yang disajikan pun berganti setiap hari, mulai dari nasi sayur, rawon, soto, capcay, hingga ayam krispi. Semua hidangan dimasak di dapur sekolah dan didistribusikan langsung ke kelas-kelas agar para siswa tidak perlu keluar lingkungan sekolah saat jam istirahat.
“Kami punya dapur sendiri dan seluruh prosesnya kami kelola secara mandiri, mulai dari belanja bahan, memasak, hingga mendistribusikan ke kelas-kelas,” ujar Kepala SDIT Harapan Insan, Gatot Dwi Cahyono, Jumat (17/10/2025).
Menurut Gatot, sejak program MBG diumumkan oleh pemerintah, pihaknya sudah mengikuti proses pendataan yang dilakukan oleh tim kecamatan. Namun, hingga saat ini, SDIT Harapan Insan belum tercatat sebagai penerima manfaat program MBG.
Meski demikian, pihak sekolah mengaku siap berkolaborasi apabila nantinya dilibatkan dalam pelaksanaan program nasional tersebut.
“Kalau nanti program MBG dijalankan, kami siap berkolaborasi. Dapur dan tim kami sudah berpengalaman dalam menyiapkan makanan bergizi untuk anak-anak,” jelas Gatot.
Dengan pengalaman panjang dalam menyediakan makanan sehat dan bergizi, SDIT Harapan Insan berharap dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara berkelanjutan dan tepat sasaran. (rbr/ted)






