Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni, menyatakan dukungan penuh terhadap mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang berkompetisi dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) dengan riset berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk sektor perikanan modern.
Dalam audiensi bersama mahasiswa di kantor DPRD Surabaya, Senin (13/10/2025), Fathoni menilai riset tersebut sejalan dengan arah kebijakan nasional yang menitikberatkan pada penguatan ketahanan pangan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
“Presiden Prabowo sangat menitikberatkan ketahanan pangan sebagai antisipasi kondisi geopolitik global yang sedang tidak menentu. Kunci keberlangsungan bangsa adalah kemandirian energi dan ketahanan pangan,” ujar Arif Fathoni, Kamis (16/10/2025).
Menurutnya, Surabaya memiliki potensi besar untuk mendukung program ketahanan pangan nasional melalui sektor perikanan, khususnya di kawasan Pantai Timur.
“Surabaya bisa mendukung program ini dengan edukasi kepada pemilik tambak di kawasan pantai timur melalui kerja sama dengan kampus. Pemanfaatan teknologi dalam budi daya perikanan akan meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petambak,” kata politikus yang akrab disapa Mas Toni itu.
Ia menambahkan, infrastruktur juga memegang peranan penting dalam memperlancar distribusi hasil panen tambak. “Agar distribusi mudah, maka Pemkot harus membangun jalan yang layak menuju tambak-tambak masyarakat. Dengan begitu, hasil panen bisa cepat diambil dan dikirim ke pembeli di pasar maupun ke pedagang grosir,” ujarnya.
Fathoni mengapresiasi semangat mahasiswa Unesa yang mengusung inovasi AI dalam dunia perikanan dan berharap riset tersebut dapat menjadi solusi konkret untuk memperkuat program ketahanan pangan pemerintah pusat.
“Gagasan mahasiswa Unesa tentang pemanfaatan teknologi AI dalam pengelolaan perikanan modern ini sangat bagus. Kami berharap riset ini menang di ajang Pimnas dan bisa diimplementasikan untuk mendukung program ketahanan pangan Presiden Prabowo Subianto,” ujarnya.
Selain fokus pada sektor perikanan, Fathoni juga mendorong Pemerintah Kota Surabaya agar memanfaatkan lahan-lahan tidak produktif untuk pengembangan pangan lokal, seperti budidaya tanaman semanggi yang menjadi ikon khas kota.
“Selain rekayasa teknologi perikanan, Pemkot bisa memanfaatkan lahan tidak produktif untuk budidaya semanggi. Tanaman ini bisa jadi alternatif pangan selain beras, apalagi kesadaran masyarakat akan pola hidup sehat semakin meningkat,” jelasnya.
Fathoni menambahkan, penerapan AI yang dikembangkan mahasiswa Unesa mampu membantu petambak dalam memantau kualitas air dan efisiensi pakan.
“Sesuai hasil presentasi mahasiswa Unesa tadi, AI bisa digunakan untuk mengukur kadar air, amonia, dan takaran pakan yang pas. Dengan begitu, kualitas air tetap baik dan ikan bisa tumbuh optimal,” tutupnya.
Sementara itu, anggota Komisi C DPRD Surabaya, Achmad Nurdjayanto, yang turut hadir dalam audiensi, menyebut inovasi mahasiswa Unesa sebagai bukti nyata kontribusi generasi muda terhadap ketahanan pangan nasional.
“Kami di DPRD tentu mendukung penuh gagasan mahasiswa yang konkret dan solutif seperti ini. Jika kampus menyiapkan teknologinya dan Pemkot menyiapkan infrastrukturnya, maka ketahanan pangan Surabaya bisa benar-benar terwujud,” pungkas Achmad. [asg/beq]






