Mojokerto (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto terus menumbuhkan semangat inovasi di sektor pertanian dengan menggandeng generasi muda alias milenial melalui Launching Pertanian Komunal Bersama Milenial. Kegiatan ini digelar di Kelompok Tani Mandiri Jaya Makmur, Dusun Kemloko, Desa Trawas, Kecamatan Trawas.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto, Ludfi Ariyono dalam laporannya menyampaikan bahwa program ini merupakan implementasi misi ketiga Catur Abhipraya Mubarok, yakni membangun kemandirian ekonomi masyarakat berbasis koperasi, usaha mikro, dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa).
“Melalui konsep pertanian komunal, Kabupaten Mojokerto berupaya menghadirkan model kolaboratif antara petani senior dan generasi milenial. Sistem ini mendorong pengelolaan lahan secara kolektif, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus membangun pertanian yang maju, mandiri, dan berdaya saing,” ungkapnya.
Tahun 2025, pendampingan difokuskan pada komoditas kambing perah di Kelompok Tani Mandiri Jaya Makmur, dengan dukungan berupa 33 ekor indukan kambing, 2 unit freezer, serta 1 unit mesin pengolahan kompos. Program ini juga disertai pelatihan manajemen usaha ternak guna meningkatkan produktivitas dan kemandirian ekonomi masyarakat desa.
Sementara itu, Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra menyampaikan, apresiasi tinggi kepada Kelompok Tani Mandiri Jaya Makmur yang dinilai sukses menjadi contoh nyata kolaborasi lintas generasi. “Hasil pertanian dan peternakan Mandiri Jaya Makmur luar biasa. Rasio hasilnya 70–30, dan yang istimewa adalah adanya generasi penerus,” ungkapnya.
Program tersebut sudah berjalan 10 tahun dan memiliki anak-anak muda yang siap melanjutkan usaha yang jarang dimiliki kelompok tani lain di Kabupaten Mojokerto. Menurutnya, keberlanjutan sektor pertanian tidak akan terwujud tanpa regenerasi petani. Karena itu, program pertanian komunal diharapkan dapat mendukung visi-misi daerah.
“Yakni dalam memperkuat ketahanan pangan dan menjaga luasan lahan pertanian produktif. Kami berharap pertanian komunal ini bisa menjadi bagian dari visi kami tentang ketahanan pangan, ketahanan ekonomi, dan kemandirian desa. Mandiri Jaya Makmur bisa menjadi teladan bagi kelompok tani lainnya,” imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Barra (sapaan akrab, red) juga menekankan pentingnya membangun ketahanan pangan sebagai kekuatan strategis bangsa. Kedepan, lanjutnya, perebutan sumber daya global bukan lagi soal minyak atau tambang, melainkan ketahanan pangan.
Menurutnya, negara yang memiliki ketahanan pangan yang baik akan menjadi negara yang maju. Selain melaunching pertanian komunal, Bupati Albarra juga memperkenalkan produk unggulan baru hasil inovasi pertanian Mojokerto, yakni Pisang Moca Anjasmara (Mojokerto Cavendish Anjasmara).
Pisang varietas lokal ini memiliki rasa manis alami dengan bobot tandan mencapai 65 kilogram, dan telah resmi ditetapkan melalui Keputusan Menteri Pertanian RI Nomor 62/Kpts/PV.140/2/III/2025. Nama ‘Anjasmara’ diambil dari kawasan Pegunungan Anjasmara di Desa Jatidukuh, Kecamatan Gondang, tempat pisang ini dibudidayakan.
“Jika setiap desa punya satu produk unggulan seperti Pisang Moca Anjasmara, kita tidak hanya bicara soal pertanian, tapi juga ekonomi kreatif berbasis hasil bumi. Petani sejatinya adalah pengusaha tani yang mampu menghasilkan nilai ekonomi bagi dirinya dan lingkungannya,” tuturnya.
Menutup sambutannya, orang nomor satu di lingkungan Pemkab Mojokerto ini mengajak seluruh pihak, mulai pemerintah daerah, penyuluh pertanian, hingga generasi muda untuk terus menjaga semangat kolaborasi dan inovasi. Menurutnya, pembangunan pertanian komunal tidak mudah.
“Dibutuhkan teknologi, inovasi, dan kerja sama semua pihak. Dengan dukungan milenial dan perangkat daerah, kita yakin bisa menciptakan tim solid menuju kesejahteraan masyarakat Mojokerto,” pungkasnya.
Melalui semangat ‘Dari Milenial untuk Negeri’, pertanian komunal di Trawas kini menjadi simbol kemandirian ekonomi masyarakat pedesaan dan inspirasi bagi lahirnya generasi petani muda yang tangguh, kreatif, dan inovatif membawa Kabupaten Mojokerto menuju kemandirian pangan dan ekonomi berkelanjutan. [tin/aje]






