Ponorogo (beritajatim.com) – Mutasi jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo akhirnya bergerak setelah sekian lama menunggu. Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, melantik satu pejabat eselon II di rumah dinas Pringgitan pada Selasa (14/10/2025) malam.
Dalam mutasi perdana di periode keduanya itu, Agus Sugiharto resmi meninggalkan jabatan sebagai Kepala Badan Perencanaan dan Riset Daerah (Baperinda) untuk menempati posisi baru sebagai Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD). Ia menggantikan Sumarno, yang telah pensiun sejak September lalu.
Bupati Sugiri menegaskan langkah ini penting dan mendesak mengingat kekosongan jabatan di BPPKAD terlalu riskan dibiarkan, terutama menjelang pembahasan Rancangan APBD 2026. Terlebih, tahun depan Ponorogo harus menghadapi pemangkasan dana Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp243 miliar.
“Ya karena yang mendesak dan dibutuhkan cuman satu,” kata Bupati Sugiri Sancoko, Rabu (15/10/2025).
Meski hanya satu posisi yang bergeser, Sugiri menilai mutasi ini sebagai awal dari perombakan besar-besaran di tubuh birokrasi Pemkab Ponorogo. “Tetapi sesungguhnya mutasi satu ini hanya simbol. Yang aman gak ada jabatan semua titipan. Yang aman yang amanah,” tegasnya.
Kang Giri, sapaan akrab Bupati Ponorogo, mengimbau seluruh pejabat struktural untuk berbenah diri serta mengubah pola pikir birokratis menjadi lebih produktif dan inovatif. Menurutnya, tantangan keuangan daerah harus dijawab dengan kreativitas meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) tanpa membebani masyarakat.
“Mutasi pindah ke dinas lain itu berat memang. Tapi jauh lebih berat kalau di dinas itu mutasi mindset, mutasi spirit, hijrah kalau jalan nabi,” ujarnya.
Meski baru satu pejabat yang bergeser, mutasi kali ini menjadi sinyal awal reformasi birokrasi jilid dua di bawah kepemimpinan Sugiri Sancoko. Publik kini menanti, kapan roda besar mutasi berikutnya benar-benar mengguncang Bumi Reog. [end/beq]






