Surabaya (beritajatim.com) – Dua mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Dafit Ody Endriantono dan M. Krisnanda Vilovan, tertantang mengaplikasikan inovasi sistem Akuakultur berbasis Internet of Things (IoT) mereka, APENS-IOT, bagi petani pemula, khususnya di Bangkalan, Madura.
Tantangan ini muncul setelah Ody dan Krisnanda memaparkan APENS-IOT kepada komunitas Inisiatif Bangkalan dan pegiat hidroponik setempat pada pertengahan Agustus lalu.
Diskusi selama satu jam dengan anggota komunitas menghasilkan sejumlah masukan. Walaupun APENS-IOT sudah diimplementasikan di Surabaya, perbedaan kondisi lingkungan Bangkalan menuntut adanya penyempurnaan sistem.
Pasca kegiatan tersebut, Ody langsung melakukan perbaikan dan pemutakhiran pada inovasinya, antara lain perbaikan pada prototype sistem agar lebih stabil dan tahan lama untuk mengatasi gangguan yang sering terjadi sebelumnya.
Selanjutnya, pemutakhiran pemantauan aplikasi menjadi sepenuhnya berbasis IoT demi memudahkan akses pengguna.
Selain perbaikan teknis, Ody dan tim juga menyiapkan manual book untuk petani akuaponik pemula. Panduan ini dirancang sederhana, lengkap dengan rekomendasi bibit tanaman dan ikan, serta takaran pakan.
Ody menyoroti pentingnya edukasi dan teknologi untuk menjaga keberlanjutan motivasi petani pemula.
“Ada tantangan baru, agar motivasi petani pemula ini tetap terjaga dengan baik untuk keberlanjutan pertanian itu sendiri. Mengingat biasanya petani pemula tinggi tingkat kerawanan gagal,” ujar Ody, Jumat (10/10/2025).
Ia berharap, jika APENS-IOT dapat diimplementasikan dalam skala yang lebih besar, inovasi ini bisa mendukung hasil pertanian yang melimpah, menuju kemandirian pangan, dan memberikan dampak luas bagi masyarakat.
Meski sudah berselang dua bulan, komunikasi Ody dengan komunitas Inisiatif Bangkalan masih terjalin baik. Ody berharap ke depan akan ada kesempatan untuk kembali berkunjung dan menguji implementasi inovasinya di sana.
APENS-IOT sendiri merupakan sistem akuaponik yang berfungsi untuk memantau kondisi tanaman sekaligus mengelola pakan ikan secara otomatis, yang terintegrasi melalui aplikasi Android.
Sementara itu, Pengurus Inisiatif Bangkalan, Ardhan Izzanul menyambut baik inovasi ini. Menurut Ardhan, komunitasnya saat ini aktif mengenalkan pertanian urban (urban farming) kepada masyarakat.
“Di Bangkalan kami mulai mengenalkan sekaligus mengajak masyarakat untuk menjadi petani urban, yang dapat memenuhi kebutuhan bahan makanan, seperti sayuran, buah dan bahkan protein hewani melalui peternakan,” terang Ardhan.
Ia menilai sistem otomatis APENS-IOT sangat menarik untuk memajukan kegiatan pertanian urban. [ipl/but]






