Surabaya (beritajatim.com) – PT Bank CIMB Niaga Tbk mengambil langkah strategis ganda di tengah kondisi likuiditas perbankan nasional yang mulai membaik namun daya beli masyarakat yang masih menantang. Bank swasta nasional terbesar kedua ini memperkuat ekspansi geografisnya ke kota-kota tier 2, sambil menahan laju pertumbuhan kredit untuk menjaga kualitas aset.
Presiden Direktur CIMB Niaga, Lani Darmawan, menilai kondisi likuiditas perbankan mulai melonggar pada Kuartal III tahun ini, meredakan perang suku bunga dana yang sempat terjadi.
“LDR perbankan pada awal 2025 untuk KBMI 4 mencapai 95% hingga 98%, tetapi sudah mulai melandai di kuartal ketiga. Apalagi Himbara mendapatkan penempatan Rp 200 triliun, likuiditas seharusnya jauh lebih membaik,” ujar Lani.
“Kalau selama ini hanya kota besar di Indonesia seperti Bandung, Surabaya, Medan, Makassar, kini ekspansi masif dilakukan di kota kedua,” jelas Lani. Di Jawa Timur, ekspansi menyasar kota-kota potensial dengan geliat ekonomi tinggi, seperti Tulungagung, Malang, Jember, Banyuwangi, dan lain-lain.
Lani menilai potensi ekonomi di kota-kota tier 2 menjanjikan dan Bank telah memetakan kota-kota tersebut secara strategis.
“Selama ini memang dikuasai oleh bank yang tergabung dalam Himbara, saatnya bank swasta juga membidik pasar kota kedua dan PT Bank CIMB Niaga Tbk melakukannya.” ucap Lani.
Di sisi internal, CIMB Niaga mencatat rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (Loan to Deposit Ratio/LDR) yang sehat, mencapai 81 persen pada Kuartal III, dimana sebelumnya 88 persen lebih. LDR yang rendah ini menunjukkan likuiditas perseroan cukup longgar. Lani melihat dampak penempatan dana pemerintah ke Himbara turut membantu persaingan suku bunga DPK (Dana Pihak Ketiga) mereda, sehingga biaya dana (cost of fund) diharapkan dapat turun.
Meskipun demikian, Bank memilih berhati-hati dalam penyaluran kredit. Lani mengakui daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih, membuat pertumbuhan kredit melambat. Pertumbuhan kredit perseroan hingga Kuartal III diperkirakan hanya tumbuh di kisaran 4,5% secara tahunan, melambat dari Kuartal II yang mencapai 6,8% YoY.
“LDR bagus, tetapi kami hati-hati dalam menyalurkan kredit karena jika terjadi NPL dampaknya bukan tahun ini saja,” tegas Lani.
Untuk memperluas coverage dan mencari sumber pertumbuhan baru, CIMB Niaga memperluas ekspansinya. Jika pada tahun 2024 ekspansi ke kota kedua (Tier 2) sudah sukses, maka pada tahun 2025 ini diperluas menjadi 30 kota di seluruh Indonesia.
Kuatkan Posisi di Digital Banking
Bank CIMB Niaga Tbk terus menggenjot inovasi layanan digital di berbagai kota, sejalan dengan tujuan utama Bank, yakni Advancing Customers and Society. Di Kota Pahlawan, CIMB Niaga meresmikan dua Digital Branch terbaru di Jalan Mayjen Sungkono dan Jalan Jemursari.
Langkah ini memperkuat komitmen Bank pada layanan perbankan hibrida yang mengintegrasikan kenyamanan digital dengan sentuhan personal yang ramah.
Lani Darmawan, mengungkapkan bahwa digitalisasi telah menjadi tulang punggung transaksi Bank.
“Sebanyak 90 persen transaksi di Bank CIMB Niaga dilakukan secara digital. Transaksi digital membuat semuanya lebih mudah, apalagi pertumbuhan pembukaan rekening digital sangat tinggi, bahkan hingga dua digit,” jelas Lani Darmawan di Surabaya, Kamis (9/10/2025).
Kehadiran Digital Branch baru ini melengkapi layanan fisik CIMB Niaga di Surabaya menjadi total 20 kantor cabang (termasuk satu cabang Syariah) dan tiga Digital Lounge yang tersebar di titik-titik strategis.
Rhena Octaria, Head of Region Jawa Timur CIMB Niaga, menyatakan Surabaya dipilih sebagai salah satu fokus pengembangan karena perannya sebagai kota metropolitan dinamis dan hub Indonesia bagian Timur.

“Di usia yang telah memasuki 70 tahun ini, kami terus berkomitmen untuk berperan aktif membantu nasabah dan masyarakat Indonesia mewujudkan mimpi dan aspirasinya dengan semangat bekerja dari hati, termasuk di Surabaya. Dengan beragam inovasi yang kami hadirkan, kami ingin meningkatkan layanan sesuai preferensi nasabah,” ujar Rhena.
Konsistensi inovasi telah mengukir sejumlah milestone penting, termasuk menjadi bank pertama yang menghadirkan ATM (1987) dan layanan perbankan online (1991), serta aplikasi andalan saat ini, OCTO Mobile (2020). Berkat kepercayaan nasabah, CIMB Niaga berhasil meraih Net Promoter Score (NPS) 57 pada 2024, menunjukkan loyalitas yang sangat baik.
Budiman Tanjung, Chief of Network & Digital Banking CIMB Niaga, menambahkan bahwa peningkatan transaksi digital yang mendekati 90% membuktikan efektivitas platform.
“Nasabah dapat mengakses OCTO by CIMB Niaga sebagai platform keuangan digital pilihan utama, baik dalam aplikasi maupun website, untuk membuka tabungan, transaksi sehari-hari, mengajukan pinjaman, hingga berinvestasi,” katanya.
Dari sisi kinerja, CIMB Niaga memperkuat posisinya sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia dengan membukukan laba sebelum pajak konsolidasi (unaudited) sebesar Rp 4,4 triliun pada Semester I-2025. Kenaikan ini didukung oleh:
* Pertumbuhan Kredit 6,8% Year-on-Year (YoY) menjadi Rp 231,8 triliun.
* Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp 261,9 triliun.
* Rasio CASA (Dana Murah) yang kuat di angka 69,0%.
* Unit Usaha Syariah (CIMB Niaga Syariah) mencatat kinerja solid dengan pembiayaan Rp 59,6 triliun dan DPK Rp 48,2 triliun.
CIMB Niaga juga konsisten berkontribusi nyata melalui empat pilar Corporate Social Responsibility (CSR) yang mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals):
* Pendidikan: Menjangkau lebih dari 108 ribu penerima lewat beasiswa serta literasi dan inklusi keuangan.
* Kesehatan: Menghadirkan inisiatif #CegahStunting bersama UNICEF untuk 1.000 anak gizi buruk.
* Pemberdayaan Ekonomi:Mendukung lebih dari 700 UMKM khususnya yang dikelola perempuan dan penyandang disabilitas di Indonesia Timur.
* Iklim dan Lingkungan: Mencakup penanaman 83.400 bambu dengan potensi serapan karbon lebih dari 11.400 ton CO₂, memberdayakan lebih dari 1.000 petani, serta pemanfaatan energi terbarukan.[rea]






