Mojokerto (beritajatim.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan jika proses evakuasi korban akibat runtuhnya bangunan musala di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, telah rampung sepenuhnya.
Total ada sebanyak 63 jenazah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian.
Setelah tiga hari pencarian intensif, seluruh korban berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan dan proses evakuasi dinyatakan selesai pada, Senin (6/10/2025) malam.
Dari 63 jenazah yang berhasil ditemukan, 17 jenazah diantaranya berhasil diidentifikasi dan sudah diserah terimakan ke keluarga masing-masing.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa usai peresmian Unit 2 PT Sun Paper Source (SPS) Corporation di Desa Kembangringgit, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto.
“Evakuasi korban tadi malam sudah selesai. Proses pembongkaran dan pembersihan juga relatif sudah tuntas. Karena tugas besar Basarnas adalah search and rescue, maka dengan selesainya proses ini, tugas utama mereka pun sudah rampung,” ungkapnya usai meresmikan , Selasa (7/10/2025).
Gubernur Khofifah menjelaskan, dapur umum yang sebelumnya dikelola Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jawa Timur kini telah diserahkan sepenuhnya kepada pihak pengasuh Ponpes Al Khoziny. Sementara itu, fokus pemerintah daerah dan tim gabungan kini beralih pada proses identifikasi korban di RS Bhayangkara Polda Jatim.
“Sekarang fokus kita ada di tim DVI RS Bhayangkara. Semua wali santri juga sudah kami arahkan untuk berpindah ke tenda yang disiapkan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, yang lokasinya bersebelahan dengan RS Bhayangkara. Hari pertama ada tiga yang ditemukan, hari kedua dua, dan hari ketiga kemarin tujuh korban. Mereka bekerja luar biasa,” jelasnya.
Hingga Senin malam, total 17 jenazah korban telah diserahkan kepada keluarga melalui proses resmi DVI. Menurut Gubernur Khofifah, tim Disaster Victim Identification (DVI) bekerja secara intensif melakukan pencocokan data antemortem dan postmortem dari para korban.
“Tiga korban sebelumnya diserahkan di Martapura, dua di RS Siti Hajar, dan lima lainnya juga sudah diserahkan sebelumnya. Totalnya kini ada 17 korban yang sudah teridentifikasi dan diserahkan. Terima kasih atas kerja cepat, tanggap, dan sinergi luar biasa dari semua pihak. Terima kasih atas kerja cepat, tanggap, dan sinergi luar biasa dari semua pihak,” katanya.
Ia mengajak doakan keluarga korban agar diberi ketabahan, dan para santri yang selamat dapat segera pulih dari trauma. Gubernur Khofifah juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari Basarnas, TNI-Polri, Dinsos, Dinas Kesehatan (Dinkes), dan relawan, atas kerja keras mereka dalam penanganan musibah tersebut. [tin/ted]






