Sidoarjo (beritajatim.com) – Proses evakuasi korban dan pembersihan puing-puing material reruntuhan bangunan tiga lantai di Lembaga Pesantren Al Khoziny, Buduran, memasuki hari ke delapan Senin (6/10/2025).
Untuk memastikan proses evakuasi berjalan lancar, mulai pagi sampai malam Kapolresta Sidoarjo Kombes. Pol. Christian Tobing turun langsung berada di tengah puing-puing material ambruknya bangunan tersebut.
Sedangkan tim SAR, medis, TNI, Polri dan relawan terus bergerak saling berbagi tugas. Ada yang terus berupaya mengevakuasi jenazah dari timbunan material dan ada yang membersihkan puing-puing material.
Sampai saat ini proses evakuasi masih terus berlangsung. Pembersihan puing difokuskan ke sisi utara pada bagian yang tidak terintegrasi dengan struktur utama.
“Sampai hari kedelapan proses evakuasi atau pencarian korban terus masif dilakukan Basarnas, tim medis dengan Personel Polda Jatim, Sat Brimob Polda Jatim, Polresta Sidoarjo, Kodim 0816 Sidoarjo dan para relawan. Selain itu, kami juga terus berupaya membersihkan puing-puing material yang ambruk harapannya dapat mempermudah memberikan ruang gerak tim evakuasi korban,” kata Kombes. Pol. Christian Tobing.
Kapolresta Sidoarjo menyampaikan dari
mulai hari pertama runtuhnya bangunan di Lembaga Pesantren Al Khoziny timbekerja secara maksimal. “Mohon doa terbaik bagi para korban dan keluarga, serta semoga proses evakuasi yang dilakukan tim SAR gabungan berjalan lancar,” imbuhnya. [isa/aje]






